RSS
 

Ampun, Mr. Sun Block!

03 Sep

Bulan lalu, saat ke Balekambang dan Ngliyep, sebenarnya seluruh tubuh yang terbuka sudah aku olesi lotion anti UV, waterproof. Tapi aku lupa memberi lotion didaerah leher belakang dan sliwar sliwer sepanjang hari dibawah sinar matahari langsung dengan rambut digelung. Hasilnya :

Awalnya, asik-asik saja. Malah seneng, soalnya aku suka berkulit kemerah-merahan. Tapi setelah kulit terbakarku berdenyut-denyut dan bengkak selama 2-3 hari sebelum akhirnya mengelupas, hm.. aku mulai berubah pikiran. Apalagi, hingga hampir sebulan, gosongnya belum hilang. Malah ‘menghitam’ :

Ampun, Mr. Sun Block! Aku tidak akan lupa mengoleskanmu dimanapun sebelum bermain dibawah sinar matahari, hiks. Aku sudah menyepelekan keperkasaanmu menangkis sinar matahari.

Sekarang, kalau pakai baju yang lubang lehernya besar, jadi lucu deh. Mirip zebra! Wekekekk.. Dan semoga masa2 ini cepat berlalu deh (-_-!!).

Share

Post to Twitter

 

Pasar TPR (Citraland); Wew!

03 Sep

Kalau kalian lihat foto ini :

Percayakah kalian kalau itu adalah makanan yang kita pesan saat berada di sebuah pasar?

Pasar? Ya! P A S A R, haha! Bahkan kita makan ditempat, loh :p.

Hari Rabu pagi lalu, dengan badan yang semi engga menyentuh tanah (karena cuma tidur 3 jam), aku ke Citraland. Perumahan yang far-far away di Surabaya barat sono noh.. (rumahku kan di Surabaya Timur).

Sebenernya, aku sering banget ke daerah ini. Apalagi dulu kerja dekat-dekat sana tapi baru kali ini aku pagi-pagi kesana dan.. ke pasarnya! Pasar TPR namanya. Buat cari sarapan. Nah lo.. sarapan kok di pasar? Haha, I Y A! Hasil saran seorang kawan, neh. Yuan, namanya :p.

Sesaat setelah sampai, kesan pertamanya ya bener-bener pasar. Cuman bentuknya aja ‘cakep’, engga seperti kebanyakan pasar yang kita tahu. Bentuknya modern dan sepertinya sudah terkonsep jelas.

Bagian sayur berjajar terpisah dengan bagian daging, bagian daging juga terpisah dengan bagian ikan. Semuanya terpisah dengan bagian penjualan baju dan bahan makanan kering. Dan dibagian terdalam dari pasar, ada semacam ruang terbuka yang tertata cukup bersih dan rapi, dikelilingi beberapa stan penjual aneka makanan. Yeah, semacam food court begitulah. Tapi didalam pasar!

Menu yang ditawarkan sangat variatif, mulai dari babi panggang, hingga nasi kuning, nasi gudeg, lontong cap gomeh, aneka bubur, gorengan, hingga es dawet, es kacang hijau dan aneka soda.

Dan inilah sarapan pagi kita saat itu :

Soal rasa sih, so.. so, lah ya. Engga yang slurph slurph yummy banget. Tapi buat ukuran pasar, ini sudah diatas standar. Begitu pula harganya. Nasi babi panggang dan sate itu, 25ribu. Lontong cap gomeh-nya 18ribu lebih. Wew!

Dan yang duduk makan pagi disana pada pakai baju berenda2 dan kaca mata hitam, juga high heels dan tas LV. Entah, LV asli atau manga dua *nyengir setan*. Aku yang cuma pake celana pendek dan t-shirt tampangnya pasti udah yang paling ‘bego’ disana, wakakakk :p.

Tapi harga sayur mayurnya kata Mami neh, sama aja ama pasar lain! Si Mami sempat beli beberapa sayur, buah dan kerupuk, soalnya. Dan selama emaknya belanja2 aku liat2, kesana kemari. Wow, wakakakk.. yang datang ayi2 dengan tas berenda2 *astaganaga*, sepatu Charles and Keith *jreng!* dan kaca mata item berlogo Chanel nankring diatas kepala, weh.!Aku tiba2 kok berasa udik, ya? Hahaha!

Yuannn, emang pengunjung pasarmu kaya’ gini dandanannya?! Ato kebetulan aja waktu aku kesana ada serbuan Tante2 cantik? Aku terpananya sampe hari ini, lo! Wuahuhauhaaaa ;p.

Tapi yang jelas, Mamiku jatuh cinta ama pasar ini! Byuh.. :D

Share

Post to Twitter

 

Dentist, Here I Come!

03 Sep

Gigi berlubang bisa menjadi pangkal penyakit.  Lubang pada gigi merupakan tempat jutaan bakteri. Jika bakteri masuk ke dalam pembuluh darah bisa menyebar ke organ tubuh lainnya dan menimbulkan infeksi, seperti masalah sistem pernafasan, otak dan jantung,” kata dokter gigi Tri Erri Astoeti, M. Kes. dalam acara peluncuran Pepsodent Pencegah Gigi Berlubang di Laboratorium Kedokteran Gigi, TNI AL, Jakarta, Rabu 5 Agustus.

Hal serupa pernah aku baca di blog seorang kawan. Hanya karena membiarkan giginya berlubang, dia terkena infeksi jantung dan harus mengalami pengobatan panjang yang melelahkan dan tentu juga lebih menguras uang daripada sekedar ke dentist untuk tambal gigi.

Untuk itulah aku agak perhatian soal gigi. FYI, karena pada jaman-jaman SMP-SMA aku kurang perhatikan kesehatan gigi, saat ini hampir semua gigiku bermasalah dan ‘tidak utuh’. Kemarin saja, menurut catatan dokter.. sudah ada 4 gigi dicabut. Aku sudah implant gigi dan entah berapa lagi yang sudah pernah di bor dan tambal. Parah.

Dan kemarin, aku ‘mengunjungi’ dokter gigiku lagi.  Eh, ternyata ada gigiku yang lubang loh! Dan aku ga tahu. Letaknya dibagian dalam dan susah dijangkau.

Tapi sebenarnya, itu bukan alasanku untuk ke dentist. Alasan utamanya adalah untuk ‘menumpulkan’ gigi taringku :

Ya beginilah nasib sebagai one of the Cullens *gubragh!*. 2 tahun lalu, gigi taring sebelah kiri juga ‘ditumpulkan’ karena terlalu tajam dan nampak panjang diantara gigi2 lainnya. Tahun ini, setelah mempertimbangkan dengan cukup matang, gigi taring kananku akhirnya juga ‘ditumpulkan’ karena terlalu tajam hingga sering melukai diri sendiri *sigh*.

Memang sih, bagaimanapun mendebarkan. Tapi sensasi lega setelah semua pemeriksaan dan tindakan ini itu selesai, mengalahkan segalanya!

Dan perlu diinformasikan, sekarang.. kalo abis tambal gigi, bisa langsung makan loh. Cabut gigi juga tidak sakit deh. Hey, aku 4x cabut gigi dan setiap kali setelahnya aku bisa langsung ke mall / pasar bunga (suerrrr.. ga bohong neh!) ama haha hihi dan sesekali kumur.

Cuma dua yang aku takutkan (-_-!!), hmm.. implant gigi (karena it’s reallly hurt terutama saat suntikan bius disuntikkan digusi depan) dan.. kawat gigi! ‘Sialnya’, dentistku menyarankan aku pake kawat gigi untuk 1,5 tahun *jreng jreng*, huhuhu (sudah ada surat pengantar untuk foto panoramic di tas-ku, neh).

Bentar ya Doc, ngumpulin keberanian dulu. Hiks T_T, wekekekk.. :p.

Share

Post to Twitter

 
 

Layar; Mengajak Berlayar Menuju Rasa Kenyang

03 Sep

Masih dari pesta ulang tahun di bulan Agustus! Di bulan ini, selain aku dan Mami, my very best friend, Donny, juga ulang tahun *yippy!*. Dan diundanglah kita-kita untuk makan-makan di Layar, Jl,. Manyar Kertoarjo. Sebuah resto seafood yang punya nama, di Surabaya.

Diakui, soal citarasa.. Layar memang jempolan! Minimal, karena dia bener-bener hanya menggunakan bahan yang fresh. Bahkan aku sering bercanda.. rasanya kepiting-kepiting yang dimakan disana, arwahnya masih diatas wajan saat badannya sudah disantap lahap, wakakk :p.

Tapi ini juga sebuah ‘kendala’ buat aku dan Donny yang sudah bertahun-tahun memiliki janji untuk tidak sebisa mungkin tidak menyebabkan mahluk hidup dibunuh sebagai santapan. Misalnya : mengorder kepiting hidup untuk dimakan. Apalagi membunuh langsung kepitingnya. Dan karena semua kepiting di Layar dalam keadaan hidup, kita tidak dapat memesan menu andalannya : kepiting saus telur asin dan kepiting saus padang.

Tapi, aku pernah merasakannya. Dan bener2 jempolan! Kepitingnya besar dan manis. Sausnya mantab! Untuk kepiting saus telur asin, ada baiknya dimakan bersama dengan selada yang dijadikan alas saji. Karena bisa mengurangi rasa ‘eneg’ telur dan memberi rasa segar tersendiri saat dikunyah bersama kepiting. Tapi kalau kepiting saus padang, weh.. ‘hajar’ saja langsung! Wakakakk :p.

Hampir semua menu ditempat ini bisa aku rekomendasikan. Sukang-nya masih fresh dan diolah baik. Udangnya segar dan manis, bumbunya juga mantab. Cuminya empuk sekali dan tidak berbau. Kodoknya juga. Kepitingnya jumbo.

Ya, Layar bener-bener bisa membuat pengunjungnya berlayar menuju kepuasan!

Namun untuk aku pribadi, rasanya bener2 ga tega melihat hewan-hewan yang diletakkan di aquarium bagian depan. Terlebih lagi melihat saat mereka diambili satu persatu untuk dibunuh dan dimasak.

Bahkan saat itu, kita melihat ada ikan yang ditangkap hidup2 dan kemudian dibanting kilat ke bebatuan lalu langsung ditarik ingsang dan dibelah perutnya. Ouch! Pelakunya tertawa-tawa pula. Dan tahukan kalian bahwa kodok, sesaat setelah kepala dan badan dipisahkan, keduanya masih bergerak-gerak? Bahkan jantungnya saat ditarikpun masih berdenyut. Aih!

Apalagi membayangkan kepiting betina yang lagi bertelur dimasak hidup2. Brrrr.. Rasanya seperti memakan ibu hamil.

Maaf, menganggu kenikmatan membayangkan makanan lezat. Tapi aku emang rada melow kalo melihat ‘pembunuhan’, hehe..

Share

Post to Twitter

 
 

Dream of Kahyangan Art & Resto

03 Sep

Inilah puncak dari segala pesta dibulan Agustus! Gabungan perayaan ultahku dan Mami :)

Dan lokasinya ‘Dewi banget’! Hampir semua bisa nebak soalnya 3-4 tahun belakangan ini engga berubah tempat : Dream of Kahyangan Art and Resto, Jl. Puri Widya Kencana LL5 Citraland, Surabaya.

Kenapa?

Ada banyak alasan. Pertama, karena aku suka tempatnya! Pada dasarnya aku kan suka tempat yang rada2 ‘yesterday’ daripada yang modern :p. Nah, tempat ini menggabungkan seni Jawa dan Cina kuno dengan begitu indahnya. Bahkan untuk itu, joglo dan limasan yang berdiri di resto, didatangkan langsung dari kota Rembang.

Banyak tamu yang kemudian aku sering aku jamu di kahyangan karena interiornya saja sudah merupakan suguhan tersendiri. Dan desain interior Kahyangan yang unik ini membuatnya masuk dalam jajaran resto-resto dengan desain terbaik versi Majalah Indonesia Design, loh!

Kedua, karena makanannya merupakan gabungan masakan Indonesia dan Cina. Ini penting karena most of tamu2 kita kadang rewel. Ada yang hanya suka masakan Indonesia, ada yang ngidam masakan chinese. Dan tempat ini menyediakan keduanya sehingga akurlah mereka-mereka di meja makan. Menu mulai dari wader goreng, tahu telur hingga ie fu mie dan kawan-kawan tersedia.

Dan aku memiliki menu wajib yang bisa dipastikan selalu dipesan setiap kali kesana : ayam goreng keremes, ca baby buncis, sayur asam, ie fu mie, nasi goreng dan kepiting soka goreng. Minumnya, es kelapa muda! Mamiku, punya menu favorit tahu telur. Tanteku, suka dengan ikan patin bakarnya. Sahabatku, suka dengan gurami dan wader gorengnya. Dan kalau semuanya berkumpul, bayangkan saja besar meja kita.. haha!

Lha, terus? Kalo pesannya sebanyak itu, bayarnya pake bikin pingsan ga?

Wakakakakkk.. dan inilah alasan ke 3-nya : reasonable price! Ini juga mengapa aku kemudian sering sekali memilih tempat ini untuk acara makan-makan / pesta ulang tahunku. Dengan jumlah makanan yang membuat para tamu hampir mati kekenyangan plus minum sesuka mereka dan buah sebagai pencuci mulut, aku tidak (pernah) merasa dibuat jantungan saat membayar bill. Bener2 masuk akal dan engga mencekik! Trust me :p.

Kehadiran penyanyi live tanpa pengeras suara adalah alasan ke 4.

Aku suka penyanyi live tapi benci sekali suara yang terlalu keras, yang membuat kita harus berteriak satu sama lain yang hanya berjarak 1-2 meter. Yang membuat akhirnya makan dalam diam. Belum lagi kalo lagunya ga cocok. Nah, Kahyangan menyediakan ‘artis’ yang bener2 memanjakan kuping. Terutama di akhir minggu.

Ke 5, tapi bukan berarti tidak penting : pelayanannya OK lah..

Hm, aku sangat menghargai ketika seseorang ‘penjual’ bilang “stop” kepadaku dengan cara yang tepat.  Dan hal ini hanya bisa aku dapatkan di Kahyangan, Rujak Cingur Mentawai dan Halim Restaurant Kertajaya. Rasanya seperti memiliki rem untuk tidak terus-terusan memesan sehingga tidak terlalu banyak makanan yang ‘mubazir’. Some of them bahkan seperti kawan sendiri (saking seringnya aku kesana, kale.. ). Jadi, ada kenyamanan tersendiri karena dilayani oleh seseorang yang sudah sedikit mengetahui maunya kita :p.

Yang ke 6, huhuhu.. butiknya! Di Kahyangan, ada butik kecil bernama Nirwana. Dan entah sudah berapa lembar senyuman presiden RI yang aku setorkan disana senagai ongkos adopsi anting atau perhiasan lain (aaargh!), wakakakk :p.

Dan ini, beberapa foto dari acara kemarin. Special untuk kalian (biasanya kan aku engga mau upload foto2 pribadi di blog ini), wekekekk.. Enjoy!

Terima kasih, untuk yang sudah hadir! Terima kasih kejutan2nya. Terima kasih perjuangannya mencapai tempat ini (karena saat itu ada truk terguling sehingga lalu lintas sempat membuat urat betis teriak-teriak). Pokoknya, terima kasih! Haha, kalian hebat. Dan kita bersyukur mengenal kalian-kalian dikehidupan ini :) .

Sampai jumpa pada acara-acara berikutnyaaaa *hugs* ! :)

Share

Post to Twitter

 
 

Ming Garden; Bukan Pesta Kebun, Haha!

28 Aug

Haha, perayaan yang sebenarnya agak membingungkan!

Saat kita berangkat, ditengah perjalanan.. tiba-tiba kawan Mami bilang bahwa acara makan-makan ini diperuntukkan untuk Mami. Saat aku tanyakan kesana dan kemari, jawaban yang sama aku dapatkan. Padahal.. aku dan Mami bawa kue taart dengan nama kawannya yang lain, si pengundang makan (yang juga baru berulang tahun). Lah?

Hahaha, tapi entah pesta untuk siapapun malam ini.. we love you, you and you.. full *muach muach*, wakakakkk :p.

Btw, yang special dari Ming Garden adalah burung daranya! Tapi maaf (lahir batin), si burung tidak terfoto karena sebelum kamera ready, mereka sudah ‘disambar’, hohoho. Jadi, kalian bisa bayangkan sendiri bagaimana bentuk dan rasanya, jika belum apa2 si burung sudah ‘diperebutkan’ sana sini, wekekekk :p.

Namun, ada satu ‘artis’ yang sempat terfoto sebelum berpindah tempat kedalam perut. Udang bambu!

Ga tau deh, si udang diapain aja ama si Koki. Tapi intinya.. udang disajikan berjubel didalam bambu dan.. enak! Wakakakk :p

Dan diantara begiiiiiiitu banyak pesta ulang tahun di bulan Agustus ini, inilah mie yang terenak :

Tapi secara keseluruhan, seluruh menu malam ini (mie, udang bambu, burung dara, sop haisom, kepiting gembos telur asin, dll) tampil sempurna!

Dan untuk semuanya yang berulang tahun di bulan Agustus (tadi di 1 table ada 5 orang yang ultah bulan ini), HAPPY BIRTHDAY once again! Hahahahaaa.. ;)

Share

Post to Twitter

 
 

Bon Ami; Engga Cuma Roti!

28 Aug

Nah, ini perayaan ultah Mami yang kedua (dan masih ada banyak perayaan2 lainnya, haha!). Kita milih untuk dinner di Bon Ami, Jl. Dr. Sutomo.

Bon Ami? Emang Bon Ami ada restonya? Haha, adaaa! Bon Ami ga cuma jual roti, bu.. :p.

Tahun lalu, acara ulang tahun Mami malah aku rayakan ditempat ini. Sebuah pilihan yang tepat, karena supervisornya, Pak Dana dan Ibu Ida, plus anak buahnya di hall-B (istilah mereka) sangat bisa diajak bekerjasama membuat surprise party-ku berhasil!

Nah, tahun ini.. saat dinner, Pak Dana melihat kita. Lalu teringat bahwa Mami ulang tahun (yaolo.. si Mami segitu famousnya), haha. Lalu, jreng jreng.. muncullah ice cream ulang tahun khas Bon Ami, untuk Mami :

Dan untuk makanan, tentu.. kita pilih steak, lah! Hehe..

Soal steak di Surabaya, menurutku.. engga ada yang bisa kalahkan steak Bon Ami (menurut standard lidah Chinese Babah, ya!). Mostly enak semua. Mamiku mencintai chicken steaknya, Donny terpikat tenderloin steak dan aku selalu setia dengan chicken cordon bleu-nya!

Daging ayam benar-benar di parnir setelah keju dan ham diselipkan ditengah2 daging. Kemudian si ayam digoreng hingga kecoklatan dan disajikan panas, diatas hot plate yang mendesis sambil mengeluarkan asap dari saus jamur coklatnya yang khas, bersama dengan beberapa macam sayuran rebus dan roti manis beserta butter dan kentang goreng.

Tapi sebenarnya tidak semudah itu untuk memutuskan makan chicken cordon bleu, karena ada satu menu lagi yang sering membuat dilema :

Namanya, supreme omelette, hoaaa! Telurnya lembut, berisi ham, tomat, potongan keju dan disajikan bersama kentang goreng dan salad ‘ala kadarnya’.

Hiks, aku suka omelet ini.. tapi juga engga bisa engga pesan si chicken cordon bleu, hiks. Tapi semalam, aku pesan dua-duanya! Hahaha, kan ada Donny.. jadi ada yang bisa bantu habiskan :p.

Hoho, bener-bener makan buas.. beberapa hari ini, gila! Badan sudah mulai seperti hippoooo! Namun acara belum berakhir, saudara-saudara. Lanjooooot!!! :p

Untuk snack penjinak cacing2 perut sebelum steak datang..  aku pesan jagung goreng keju :

… oh, I love corn!

Share

Post to Twitter

 
 

Fajar Restaurant; Ya Mie Yummy!

28 Aug

Ini adalah awal dari serentetan pesta ulang tahun Mami.

Oh ya, Mamiku barusan ulang tahun. Yang ke 17++, hahaha *nyengir*. Karena itu, tiba-tiba aku teringat ritual tahunan ulang tahun Mami : makan Ya Mie-nya Fajar Restaurant yang didepan Bonet – Manyar. Tapi saat ini si resto lagi di renov. Lalu? Haiya!

Untung, berkat bantuan seorang kawan *thank you Epang!* yang memberikan ‘pencerahan’ bahwa Fajar Restaurant (juga) buka di TP 2 lantai 5, akhirnya.. bertemulah kita dengan Ya Mie dan kawan-kawannya lagiii!

Hm, lalu.. apa yang menjadikannya special? Sehingga seorang se-special Mamiku selalu aku ajak makan siang di Fajar Restaurant pada hari ulang tahunnya?

Mie-nya, si Ya Mie itu, enak! Tidak banyak minyak dan bukan mie ‘sembarangan’. Toppingnya lengkap mulai dari potongan dada ayam putih dan potongan dadu ayam kecap, jamur dan sayur rebus. Disajikan dalam porsi yang pas, bersama sambal dan kuah.

Sebenarnya, Ya Mie saja sudah special. Namun karena Mamiku sangat special, bolehlah sesekali mengabaikan perintah dokter dan ‘bersahabat sejenak’ dengan duo babi dan bebek yang super special itu *nyengir setan*, hihihi..

Babi yang kita biasa pesan adalah babi kecil yang dipanggang kering. Kulitnya kriuk dan dagingnya lembut. Ooh.. yummy!

Sedangkan bebeknya, tentu.. bebek Peking! Beda dengan kebanyakan bebek Peking pada umumnya yang berkulit kriuk, bebek Peking di Fajar Restaurant disajikan dengan kulit yang ‘basah’, lengkap dengan lemaknya. Soal daging, jangan ditanya! Sudah pasti empuk dan gurih :)

Aah.. semoga Mamiku sehat serta panjang umur, dijauhkan dari segala sakit dan cobaan, diberi kelancaran rejeki serta kebahagiaan lahir batin sepanjang sisa umurnya. Amen *muach*, HAPPY BIRTHDAY (once again), Mam!

I LOVE YOU :) *and you know that!*

Share

Post to Twitter

 
 

Pasar Malam Tjap Toendjoengan

23 Aug

Sudah 2 tahun ini Surabaya memiliki acara tahunan. Namanya, PASAR MALAM TJAP TOENDJOENGAN.Dari namanya, sepertinya mudah ditebak bahwa lokasinya adalah disekitar Tunjungan, Surabaya. Tepatnya, dilapangan parkir valet Tunjungan Plaza.

Yang agak diluar dugaan adalah para ‘peserta’ pasar malam-nya! Haha, aku terlalu ngayal kesana sini bakal nemuin penjual cutton candy, komedi putar, stan lempar bola atau topeng monyet. Ternyata, ealah.. ‘cuma’ jajaran stan penjaja makanan dan baju yang didesain sedemikian rupa seperti warung-warung tahun bahula. Haiya!

Dan setelah keliling, engga ada satu stan-pun yang menarik kita. Teman-temanku pun lebih mendambakan dibelai AC di TP daripada berjalan tanpa tujuan dialam terbuka *halah*, wakakak. Maka, setelah membeli es campur dan bertemu sebentar dengan seorang kawan yang buka lapak aksesoris, kita berjalan cepat kembali ke civilization (read : TP).

Walau ‘garing’ dan ga cocok disebut sebagai “pasar malam”, tempat ini bolehlah.. untuk alternatif wisata. Jarang2 kan bisa makan bejubel bareng bule diudara terbuka, di parkiran TP, wakakakk!

Acara untuk tahun ini berlangsung dari tanggal 16 hingga 29 Agustus 2010.

Share

Post to Twitter

 

Sleeping Buddha Mojokerto; Ternyata Terbesar di Asia Tenggara, Loh!

23 Aug

Nah, setelah selesai berkunjung ke Museum Mojopahit dan makan ikan wader goreng hangat, dengan perut kenyang kita melanjutkan perjalanan ke Maha Vihara Mojopahit. Lokasi yang sama sekali tidak direncanakan.

Aku dan Mami pernah ke tempat ini beberapa kali, melihat patung Sleeping Buddha. Dan baru pagi tadi aku tahu bahwa patung ini tercatat di MURI sebagai patung terbesar di Indonesia.

Bahkan patung yang dibuat dipada tahun 1989 ini merupakan patung Sleping Buddha terbesar se-Asia Tenggara dengan panjang 22 meter, lebar 6 meter dan tinggi 4,5 meter. Sekaligus patung Sleeping Buddha terbesar ke-3 di dunia! Wow..

Share

Post to Twitter

 
 
This site is protected by WP-CopyRightPro