Soto Ayam Ambengan Pak Sadi Asli (Surabaya); Soto Ayam Legendaris!

Walaupun ada sejuta penjual soto ayam di Surabaya dan aku memuji setinggi langit soto ayam buatan Mamiku, tapi kalau kalian adalah pelancong yang lagi ke Surabaya dan belom makan Soto Ayam Ambengan Pak Sadi, di Jalan Ambengan 3A, Surabaya.. engga sip deh.

Segitunya? Well, begitulah. Minimal buat adeknya Mamiku *grin*, hahaha!

H. Sadi lahir di Lamongan, Jawa Timur, dulunya adalah kuli pikul angkringan soto pamannya sebelum akhirnya berani berjualan soto sendiri. Di usia belasan (sekitar tahun 60-an) dengan gerobak, keluar masuk kampung-kampung Surabaya, menjajakan soto buatannya sendiri. Dan baru di tahun 1971, Pak Sadi mulai menetap di pinggir Jl. Achmad Jais, Surabaya, selama sekitar 3 tahun lamanya, sebelum akhirnya pindah ke Jl. Ambengan, hingga akhirnya soto dagangannya dikenal juga sebagai Soto Ayam Ambengan .

Menu di Jalan Ambengan yang jadi pusat penjualan Soto Ayam Ambengan Pak Sadi Asli ini hanya soto (dengan aneka pilihan isi) dan sioke *aneh kan?*, hehe:

Kuah sotoya begitu gurih dan sangat kaya rasa. Potongan daging ayamnya cukup banyak! Bahkan aku yang tadi pesan telur muda + dada ayam sempat kewalahan habisin telur mudanya. Berlimpah bener, booo.. @__@. Alamat deh dipenghujung bulan, angka cholesterol bakalan diatas 200, hehe *sigh*.

Dan Bapak ahli soto satu ini sepertinya engga pemalu. Karena selain fotonya nampang cukup besar didalam depotnya, wajahnyapun bertebaran di piring-piring nasi kita, haha:

Well, memang tadi kita order soto dengan nasi yang dipisah (apalagi karena aku engga terlalu doyan makanan berkuah banyak). Tapi biasanya sih, nasi dan sotonya sudah dijadikan satu, kemudian disajikan dalam mangkok.

Dan disetiap meja, selain kerupuk, disediakan beraneka pelengkap yang berfungsi untuk membuat soto terasa lebih mantab. Ada kecap manis, kecap asin, garam, potongan jeruk nipis, sambal dan koyah:

Dan tentu saja, si koyah inilah bintang dari segalanya! Terbuat dari kerupuk udang yang dicampur dengan bawang putih dan kemudian dihancurkan, bubuk ini berfungsi membuat kuah soto menjadi lebih gurih.

Aku kalau makan soto ayam Pak Sadi, biasanya cuma menambahkan koyah dan sambal saja. Lain-nya tidak diperlukan karena kuahnya kan memang sudah mantab *jempol*. Yumm!

Share

Post to Twitter