Soto Ayam Lamongan Cak Har (Surabaya); Buset..

Akhirnya nemu juga ke lokasi Soto Lamongan Cak Har!

Alamatnya di Jl. Arif Rahman Hakim, Surabaya! Selama ini aku cari ditempat jualannya yang lama, yang cuma sekuprit aja gedenya, dipojokan jalan. Eh, ternyata sekarang udah pindah ke lahan permanen yang luas, toooo! Dipinggir jalan raya, jejeran dengan rumah sakit bersalin Putri (neh… catet sebagai ancer2nya!), pula. Mudah banget deh mencarinya!

Aku yang baru pertama kali datang, maha terpana melihat lahan parkirnya yang luas dipenuhi mobil dan sepeda motor dari ujung keujung (bahkan beberapa ruas jalan dipakai parkir, itupun tukang parkirnya masih kudu lari kesana kemari cariin lahan kosong buat pengunjung yang ga henti2), meja besar dimana-mana dan penuh nuh nuh manusia kelaparan, padahal engga jam makan loh!

Tempatnya cukup bersih loh, semi permanen. Lantainya semen dan dinding ala kadarnya, namun tidak terlalu panas karena serba terbuka plus tambahan kipas angin dimana-mana. Nah, sepertinya sih pengunjung tinggal duduk aja dan pesan dari meja, tapi karena kita udik.. kita datangi rombong sotonya dan pesan:

Dan hebatnya, ga sampe 5 menit kemudian pesanan kita datang (hebat karena yang pesan banyak sekali, yang jualin cuma seorang, bisa inget detail pesanan kita dan ga pake lama!), wow:

Menunya ya cuma soto aja, tapi isinya yang beda2. Aku cuma dada ayam dan telur muda, Mamiku seperti biasa.. pakai kerongkongan ayam dan ampela (haizhhh.. jangan ditiru!), tapi kalo mau jerohan, ceker, bahkan kepala, dada, paha, sayap, aduh.. apa aja deh, bisa! Tinggal request dan pesanan akan datang.

Sotonya sangat kuning, engga kecoklatan seperti kebanyakan soto biasa! Porsinya besar, aku aja engga sanggup habisin. Lauknya juga berlimpah. Kecap manis, kecap asin, jeruk nipis, sambak, koyah dan kerupuk disajikan di meja, bisa dikonsumsi sepuasnya. Mantab! Tapi menurutku soto ayam di Brebek, still the best soto in town.

Minumnya, ada banyak pilihan tapi aku denger, es teh-nya sedap! Well, akhirnya aku pesan es teh. Biasa aja tapi emang bukan teh Sariwangi / Sosro gitu, sepertinya itu teh tubruk yang disaring. Khas, emang.. rasanya. Namun teh di warung2 di kota Malang, lebih manteb jaya (sampe2 temenku yang di Belanda nitip2!), haha!

Yeah, walau begitu, soto ini okay laaaaah.. Harganya juga murah meriah, yo *kaget!*. Makan berdua, minum 1 gelas es teh plus nambah ampela 4 biji (JANGAN DITIRU) dan 3 kerupuk, cuman 21rebu! Weh???

Share

Post to Twitter