Lemang Asli Batok (Tebing Tinggi); Si Legit..

Sekalian deh, walau perut sudah kenyang tapi karena engga mau rugi binti kuciwa, mumpung sudah sampai di Tebing Tinggi, aku mampir beli snack khas-nya, Lemang!

Lemang is a traditional food made of glutinous rice, coconut milk and salt, cooked in a hollowed bamboo stick lined with banana leaves in order to prevent the rice from sticking to the bamboo. It is commonly found in maritime Southeast Asian countries, especially Brunei, Indonesia, Malaysia and Singapore. The bamboo tube containing glutinous rice, salt and coconut milk is placed slightly slanted on a small fire with the opening facing upwards and should be turned regularly in order to make it evenly cooked. It takes about 4–5 hours to cook lemang.

Lemang is commonly eaten to mark the end of daily fasting during the annual Muslim holidays of Eid-ul-Fitr and Eid-ul-Adha, lemang is popular in countries such as Brunei, Malaysia, Singapore and Indonesia. The cooking method using bammboo container is common among several ethnicities including Malays, Minang, Minahasa, Dayak as well as Orang Asli tribes.

Iban people usually prepared lemang for celebrations such as the harvest festival of Hari Gawai, lemang is usually eaten with meat dishes such as chicken curry. The cooking process used in making lemang for many different meats, also known as “pansoh/pansuh” by indigenous Dayak communities (taken from here).

Di Jalan KH. Ahmad Dahlan (konon jalan ini dikenal juga sebagai jalan “Tjong A Fie”?), kota Tebing Tinggi lah kita menghentikan mobil dan mendapati deretan penjual lemang ini:

P1010236 copy

Semuanya berteriak sambil menjulurkan bumbung bambu ke kita! Wakkks!!! Dan karena bingung ga jelas, akhirnya kita malah berjalan ke toko listrik *nah lo*, bukan buat beli kabel, tapi buat tanpa merk lemang yang enak, hahahaha!!! Dan seorang abang disana memberi tahu bahwa lemang merk BATOK adalah yang paling jempolan. OK, akhirnya kita kesana:

P1010237 copy

Lokasinya, malah tepat dipinggir mobil kita parkir (hadeh.. haha, karena ga tahu, kita sempet jalan jauh bener tuh ke toko listrik :p) dan dinamai “Batok” karena katanya lemang ini dibakar dengan api arang batok kelapa.

P1010249 copy P1010247 copy

Mereka punya sample lemang yang akan diberikan cuma-cuma kepada calon pembeli untuk diicip (disajikan diatas daun  pisang, ditemani dengan selai kaya). Dan setiap kali pembeli sudah sepakat untuk membeli lemangnya, barulah mereka ambil bumbung bambu berisi lemang untuk mereka pecah untuk keluarkan isinya:

P1010239 copy P1010238 copy

Begini, cara makannya:

P1010241 copy

Rasanya legit! Sepertinya, dimasak dengan air santan. Dan dari beberapa web yang aku baca, sebenarnya lemang ini adalah makanan special, yang pada beberapa tempat dijadikan makanan khas lebaran. Bersyukurlah aku, yang engga kudu menunggu lebaran datang untuk mencobanya, hehe..

Btw, ada kupu-kupu raksasa! Sudah lama sekali aku ga lihat kupu-kupu ini (dulu di Malang masih sering lihat), haish.. jangan sampe ini adalah kupu2 raksasa terakhir yang aku lihat. Kasihan sekali, sayapnya rusak sehingga tidak bisa terbang..

P1010245 copy P1010244 copy

Semoga hewan-hewan langka lestari, lah. Ngenes, lihat banyak yang dibantai secara brutal..

Share

Post to Twitter