Perkembangan Kasus Asep Haryono, Si Plagiator

Setelah kejadian kemarin, inilah yang siang ini saya dapati dari web-nya Asep Haryono:

Yak, halaman yang sebelumnya berisi tulisan saya, sudah ditutup.

Kemudian, ketika saya check halaman utamanya, inilah yang saya dapati:

Saya menyatakan telah berbuat khilaf dan salah karena mencantumkan tulisan atau karya cipta milik orang lain dalam hal ini milik dari website http://laurentiadewi.com/yang tidak saya cantumkan sumber aselinya. Dan saya rasa apa yang saya lakukan ini adalah contoh yang tidak baik dan tidak patut ditiru oleh siapapun juga.    

Saya juga pernah mengalami hal serupa dimana ada sebuah blog yang berasal dari bandung yang memasang foto foto hak cipta dari fotografer kami, dan kami merasa apa yang dilakukannya tidak menjadi masalah buat kami.  Bahkan ada seorang teman yang bernama Ideal Tasdik dari Prabumulih yang memasang foto dirinya yang sedang duduk. Foto itu adalah hasil jepretan saya pribadi dan saudara Ideal Tasdik memasang di wall facebooknya juga tidak menyebut saya sebagai fotografernya.  Bagi saya tidak ada masalah. Saya malah seru seru aja.  Namun demikian keberatan yang disampaikankan oleh pemilik website http://laurentiadewi.com bisa saya pahami dengan baik.

Untuk itupulah , Dengan segala kerendahan hati , saya menyatakan menyesal dan meminta maaf kepada pemilik situs  http://laurentiadewi.com bisa dan saya menjamin hal demikian tidak akan terjadi lagi di masa yang akan datang.  Ini merupakan pelajaran yang amat berharga buat saya untuk lebih berhati hati lagi di masa yang akan datang”.

Dan saya balas tidak kalah panjang lebar, melalui email ke Asep Haryono. Berikut inilah adalah sebagian kalimat yang saya tulis pada email tersebut:

Selamat siang Pak Asep,

Well, sebelum saya panjang lebar, saya mau minta maaf dulu karena saya menulis sesuatu yang juga saya akui kurang sopan. Saya kali ini bener-bener salut kepada Anda, yang berani menulis di web (karena ekspetasi saya Anda akan menghubungi saya melalui email saja). Luar biasa! Nanti, saya juga akan benahi blog saya (right after this).

Tapi sekarang saya tanya, deh.

Apakah kawan Anda yang mengambil foto dari Anda, mengakui itu adalah hasil jepretannya?

Apakah foto tersebut diberi keterangan “Photo by Bola” (misalnya), sedangkan aslinya adalah hasil karya Anda?

Dan itu kan foto diri orang tersebut yah. Diri orang tersebut-pun punya “hak cipta” yang Anda harus akui (tahukah Anda kalau diluar negeri Anda mengambil foto seseorang diam-diam, Anda bisa dapat masalah besar, bahkan berurusan dengan hukum?).

Menurut saya memang wajar, kalau ‘si model’ memakai foto tersebut (sering terjadi pada saya dan saya sih ok2 aja), sejauh dia tidak berkoar-koar bahwa itu adalah hasil jepretannya.

Nah, Anda.. beda.

Anda mengakui tulisan saya sebagai tulisan Anda. Inilah dosa terbesar Anda.

Andai Anda hanya mengambil seluruhnya tanpa nama Anda tertulis sebagai penulisnya, saya tidak akan segini-nya mempermasalahkan hal tersebut.

Andai Anda tidak ‘menghilangkan’ media saya berkomunikasi dengan Anda, tulisan pedas di guest book juga tidak akan ada (karena saat itu saya jadi menganggap Anda tidak memiliki niat baik akan hal ini).

Dan Andai web Anda bukan web yang berkedok menghargai karya cipta, saya juga akan biasa-biasa saja.

Tapi alangkah menggelikan (ah, sebenarnya saya ingin menggunakan kata2 lain), jika seseorang yang menggembar-gemborkan hak cipta, mematikan fasilitas “right click” bahkan dengan menampilkan tulisan “hak cipta @Asep Haryono”, mengajak orang menghargai hak cipta, berbicara mengenai hak cipta, hak cipta, hak cipta, hak cipta, hak cipta, tapi perbuatannya malah melanggar hak cipta.

Minimal, jangan gembar-gemborkan mengenai hak cipta di web Anda, lah. Karena saya, atau juga kawan-kawan saya / pembaca tulisan saya, merasa (&*#^$*%#) ketika membaca ajakan Anda menghargai hak cipta, sedangkan kelakuan Anda begitu.

Apalagi sepertinya aliran web Anda dan saya beda. Saya menolak mentah-mentah adanya iklan dan tidak mendapat keuntungan apapun dari segi materi (selain untuk kesenangan pribadi). Sedangkan web Anda, menawarkan kesempatan beriklan.

Yang hanya mengenal tulisan saya saja kecewa mengetahui Anda mengakui karya saya sebagai karya Anda. Jadi wajar kan, kalau saya yang penulis aslinya ini, kecewa dengan kelakuan Anda.

Mohon dimengerti.

Hormat saya,

Laurentia Dewi

Yeah, memang agak panjang ‘omelannya’ (bahkan dibilang kasar? Ah, terserah!). Karena menurut saya, lucu deh si Asep ini (lucunya dalam konotasi lain, tentunya *sigh*). Karena sepertinya si Asep Haryono ini kerja di media cetak (Pontianak Post), tapi menurut saya kok ga ngerti konsep hak cipta yah *garuk2 kepala*.

Masalah mengambil tulisan orang lain dan DIAKUI SEBAGAI TULISANNYA (di web yang dia komersialkan pula!) kok disamain dengan foto yang dipake temannya jadi profile picture FB (_ _!!).

Mbuh wes, mungkin Asep Haryono yang lebih ngerti soal hak cipta daripada saya. Liat aja, kata “hak cipta” tuh bertebaran merata di web-nya booo.. (sedangkan disini kan ‘polosan’).

Hidup Asep Haryono, horrray! Hehe.. Sukses ya, Kang!

Share

Post to Twitter