Belajarlah Dari Kejadian Asep Haryono

Teman-teman, Kakak-kakak, Adik-adik, Oom, Tante, Bapak-bapak, Ibu-ibu, semua yang ada disini, didunia blog dan internet, terutama yang langganan baca tulisan saya *uhuk*, mari kita semua belajar dari kasus Asep Haryono.

Begini ceritanya..

Beberapa hari yang lalu, rejeki menghampiri Asep Haryono. Alam semesta merasa, sudah tiba waktunya bagi Beliau untuk menjadi terkenal. Maka, ulahnya sebagai plagiator sejak bulan Maret 2011, ketahuan (read here).

Pelajaran #1: sepinter-pinternya menyembunyikan bangkai, suatu saat akan ketahuan.

Beberapa bulan lalu saat fotoku dipakai oleh seseorang untuk jualan di Facebook, ada aja yang  kasih tahu dan marahin pelakunya (aku malah ga sempat ngapa2in, haha). Sama dengan kasus Asep Haryono ini. Ada aja deh jalannya, untuk sebuah kebusukan terbongkar.

Apalagi, ternyata bukan hanya penulisnya aja yang sebel:

Jadi, kesempatan ‘si bangkai’ ditemukan akan makin banyak.

Dan yeah, namanya aja bangkai. Saat ditemukan pasti menimbulkan kegemparan. Jadi, pelajaran #2: jangan sekali-sekali berani menjadi plagiator, kalo engga punya mental artis *catet*.

Kenapa begitu? Karena begitu dunia tahu ada yang jadi plagiator, entah itu karena khilaf, tidak sengaja, apalagi kalo sengaja, reaksinya keren! Mereka memberi komentar dan pujian *uhuk*, siang dan malam. Mereka juga menyebarkan kejadian ini tanpa diminta.

Ada yang memasukkan ke group diskusi penulis, ada yang memuat di Twitter, ada yang menjadikan topik bahasan di group BBM, aduh.. pokoknya si pelaku dijamin langsung terkenal deh!

Bahkan lagi bahas rambutan aja, bisa belok ke kasus Asep Haryono (heiii, bukan aku yang mulai loh!):

Dan soal permintaan maafnya yang bener-bener tulus lahir batin (karena dimuat 12 jam dan pake banding2in tulisanku yang dicuri untuk dimuat di blog komersialnya dengan kejadian foto dia yang dipake jadi profile picture temen), ini komen kawan yang bener-bener bikin ngakak tapi 100% bener banget:

Bener kan? Kesannya karena mangganya pernah dicuri, maka dia merasa okay saja mencuri motor saya (_ _!!).

Tapi sebagai pengagum berat hak cipta, Asep Haryono ini sudah berusaha keras menerapkannya dalam kehidupan dia. Hal ini ditemukan oleh seorang kawan saya yang lain:

Wuiiik, saya sampe ngakak2, bacanya! Padahal itu dikirim subuh :D.

Oh ya, bicara soal nama anaknya Asep Haryono, ingatlah akan pelajaran #3: kalo berbuat aib, OTOMATIS anak & istri / suami, mungkin juga orang tua, bakal ikut menanggung malu.

Kok bisa? Ya bisa, lah! Kita ini hidup di masyarakat yang terbiasa mengenali orang dari nama keluarga / nama orang tuanya. Beberapa kali saya pribadi masih menjadi ‘korban’ sistem ini, misalnya  “Oh, ini Dewi anaknya X ituloh”. Jadi, nama baik itu penting. Nah, kalo misalnya si Bapak jadi maling yang tiba-tiba nampang dimana-mana wajah dan kisahnya, apa anaknya, istri, orang tua, ga ikutan terkenal?

Oh ya, udah pada tahu belom, Asep Haryono dan anak istrinya itu yang mana, orangnya? Nih, aku ada fotonya, komplet:

Yang kiri dan tersenyum lebar dengan penuh kebanggaan adalah Asep Haryono kita, sodara-sodara! Lalu yang tengah, adalah anak laki-lakinya: Abbie Muhammad Furqan Haryono. Nah, yang baby cewe adalah si Tazkia Montessori Putri Haryono (yang dinilai kawanku sebagai contoh penerapan hak cipta ituloh). Dan yang paling kanan adalah istrinya, Rudi Maryati. Dan anak – istri Asep dikejadian ini, emang engga ikut andil apapun. Tapi terseret

Nah, setelah mengenal Asep Haryono dengan lebih dekat, mungkin ada diantara kalian yang ngefans? Monggo, kontak Asep Haryono di: asep@pontianakpost.com, aharyono@hotmail.com dan asepharyono71@yahoo.com atau langsung datang ke: Graha Pena Pontianak Post Building (Lantai 5),  Jalan Gajah Mada No 2-4, Pontianak, Kalimantan Barat.

Tar kalo kalian kontak dia, bilangin ya.. “Laurentia Dewi titip pesan agar Asep lebih giat belajar bahasa Inggris lagi, sekaligus titip salam hangat”, uhuk..

Eh, btw tau ga, pas baca mengenai pekerjaannya (read here), aku nemu kalimat menarik:

“Ah saya sih cuma klik kanan kopi paste aja, saya rasa pekerjaan saya ini mudah dan bisa dilakukan oleh setiap orang “ begitu jawabannya yang selalu merendah.

Pantesan orang-orang menilai dia menyepelekan perilaku plagiat-nya, lha wong sudah terbiasa KLIK KANAN KOPI PASTE!

PS: silakan bilang saya kejam, tapi saya sudah mencoba menegur baik2 (buktinya ada, loh!). Kalau kemudian ditanggapi kurang baik (bahkan di blognya yang lain dia nulis cuma ambil sebagian tulisan aja padahal TERBUKTI tulisan saya dicopy mentah-mentah komplet dengan tanda baca dan foto-fotonya!), bahkan permintaan maafnya-pun dinilai banyak kawan saya tidak tulus, kalian saja yang menilai, siapa yang lebih nyebelin!

Share

Post to Twitter