BPK / Babi Panggang Karo Sitanggang (Medan); Jangan Dilewatkan!

Sewaktu di Medan, beberapa orang bertanya melalui FB, “Sudah makan BPK?”. BPK apaan.. *garuk2 kepala*.

Setelah tanya ama temen Batak yang kini tinggal di Amerika (byuh.. ga kurang jauh, Wi?!), ternyata BPK ini singkatan  dari “Babi Panggang Karo”. Ealah! Dan katanya, kalo udah ke Medan tapi engga makan BPK, engga resmi. Karena BPK ini makanan khas banget. Engga ada ditempat lain. Jadi, tentulah kita bela-belain cari si BPK ini.

Dan si tempat makan khas Batak Sitanggang di Jalan Sei Batang Hari 80A, Medan, yang ‘beruntung’ karena kita kunjungi, haha:

Ramai sekali tempatnya! Parkirannya aja sudah bejubel. Manusianya didalam, apalagi! Hampir tidak ada meja kosong, padahal bukan jam makan dan tempatnya luas. Wah!

Dan karena kita tolah toleh ga jelas, keliatan banget ‘udiknya’, maka pelayannya datangi kita, lalu membantu mencarikan tempat duduk dan menanyakan pesanan kita dengan sangat ramah. Dia bilang, kita cukup duduk saja, nanti makanannya datang sendiri. Oooh, mirip restoran2 Padang, nih. Cara bayarnya juga mirip: yang dimakan aja yang dihitung.

Beneran, makanan langsung berdatangan. Banyak bener dan membingungkan. Pas bingung, pas ada pelayan lain datang untuk tanyain kita mau minum apa. Ah, sekalianlah dia diwawancara. Ditanyain ini itu dan diminta jelasin cara makannya *maha udik*, haha!

Yang ini, nasi dan sayur rebus (kalo yang ini sepertinya semua pada tahu deh, haha):

Nah, kan ga mungkin kita cuma makan nasi dan sayur rebus gini doang. Bisa nyangkut ditenggorokan deh, sayurnya.. hahaha!

Jadi, untuk menemani nasi dan sayur ini, ada kuah kaldu yang ditaruh di gelas (yeah, di-ge-las!). Tapi bukan berarti nih kaldu tar diminum seperti minum air / teh, loh. Kaldu ini buat disiramkan ke piring nasi, supaya tar makanan dan lauknya engga nyantol ditenggorokan (_ _!!), hehe.

Dan untuk menambah gizi, silakan pilih menu-menu ini untuk mendampingi si nasi:

Foto atas (kiri-kanan): babi panggang Karo, susu kerbau, saksang (babi masak darah). Yang paling menarik ya si kuning dari susu kerbau ini:

Foto atas (kiri-kanan): daging anjing, sambal hijau, daging babi (sancam) goreng kering.

Plus arsik ikan mas (khas Batak banget nih!):

Dan agak butuh sedikit keberanian untuk makan beberapa makanan, disini. Kenapa begitu? Karena ada masakan yang pakai darah babi dan daging anjing, huhuhu.

‘Lucunya’ adalah, ehm, secara ga sengaja aku sudah makan masakan dengan darah babi itu, hahaha, namanya saksang. Sebelumnya, aku pikir saksang ini babi kecap (hahaha, memalukan yah :p). Dengan cuek aku suap aja tuh babi, beserta kuahnya. Makanya, temenku liatin aku lamaaa banget (mungkin dia terpana, karena selama ini aku dikenal ogah makan yang aneh2), huah! Ternyata.. hahahaha :p.

Tapi engga kapok sih. Rasanya OK juga, tapi aku lebih prefer babi gorengnya:

Alasannya? Karena paling familiar dilidah, hehe..

Share

Post to Twitter