Bika Ambon Zulaikha (Medan); Bika Paling Laris?

Well, aku punya beberapa teman di Medan dan none of them kalo bawain aku oleh-oleh Bika, merk-nya Zulaikha.

Pokoknya, nama ini engga pernah aku dengar deh. Sampai akhirnya si Mami pamitan dengan kawannya untuk pergi ke Medan & temannya ini nitip 20 dos Bika merk Zulaikha @__@. Hm.. (udah, ga usah dipikir bawanya gimana dsb, panjang ceritanya neh!). Yang pasti, dia berkali-kali BBM, mintanya “Zulaikha, Zulaikha, Zulaikha, ga mau merk lain”. Haizh, okay deh.

Temennya Mami juga bilang “Bika ini 50 ribu ajaloh, tapi eeeenak sekali, aduh.. pokoknya sedap!! Tapi katanya yang beli sampe antri2 loh, pake nomor gitu”. Oh ya? Wah, penasaran jadinya.

‘Anehnya’, waktu aku bilang ke teman yang di Medan kalo aku kudu beli Bika Zulaikha untuk oleh-oleh, dia agak heran. Tapi karena menghormati tamu, aku tetap diantar ke toko-nya Bika Zulaikha:

Btw, malam sebelumnya, temanku sudah telepon ke toko ini untuk pesan (mengingat aku kudu beli sekitar 35an dos *sigh*). Jawab pelayan toko: mau datang kapan saja, butuh berapa saja, ready. Diinformasikan juga, bahwa toko sudah buka sejak jam 7 pagi. Wah, keren bener!

Tapi besoknya, saat kita datang jam 7am, tokonya kosong.. bo @__@. Kemudian kita minta tolong untuk diperiksain didapur, kali-kali aja bikanya emang ada tapi belom dikeluarin. Tapi pelayannya judes bener, haduh.. Katanya “Kalo dibilang ga ada tuh ya ga ada!!”. Wuik, jam 7 pagi udah bisa bentak orang @___@. Orang ini tadi pagi pasti sarapannya naga, deh.. hehe (_ _!!).

Lucunya, ga lama kemudian kawannya pergi ke dapur dan keluar dengan 20 dos bika. Sambil dorong kereta, dia teriak “Kakkk, bikanya ada! Kakak mau berapa aja ada. Ini 20, Kakak kurang berapa?”. Lah? Di dapurnya ada yang bisa sulapan, yah?

OK, forget about that.

Bika Zulaikha ini, konon adalah merk bika paling laris saat ini. Tersedia bika rasa keju, duren *errr..*, mocca *yeah*, pandan (ijo gitu deh warnanya..) dan original. Konon, yang paling famous itu yang keju. Sayang, waktu itu cuma ada original aja yang siap jual. Kepagian, sih.

Harganya juga engga nyampe 50. Yang original yang paling murah. Kalo ga salah, 35ribu per dos besar. Paling mahal yang keju, kalo ga salah 45ribu. Ada juga kemasan kecil, besarnya setengah dos yang besar.

Di tokonya si Zulaikha ini, juga dijual kue lapis, manisan jambu, aneka sirup markisa, dsb. Didekat pintu keluar, ada 2 meja dengan beberapa pelayan yang bantu pembeli mengepak belanjaan mereka. Maklum, karena kebanyakan orang beli Bika Ambon Zulaikha ini untuk oleh-oleh / dibawa pergi jauh, jadi bikanya perlu di pack dengan baik dan kuat.

Yang bagus dari Zulaikha ini, kemasan bikanya OK. Dosnya dilapis anti minyak (jadi minyaknya ga nembus kemana-mana) dan karton besarnya (untuk 5 dan 10 bika) kokoh. Jadi, kalo pergi ama pesawat, si bika bisa masuk ke bagasi.

Dan menurutku nih (juga menurut kawan-kawanku di Medan), yang bikin laris adalah logo halal segede gaban di dos-nya. FYI, Bika Ambon aseli tuh pake tuak yang beralkohol. Nah, yang alkohol2 gini sepertinya kalo buat orang Moslem, harram (eits, correct me if I’m wrong!). Jadi, mereka-mereka kegirangan saat ada bika berlogo halal. Apalagi ditunjang dengan foto ownernya yang berpakaian Moslem (fotonya lusinan dan gede2). Pelayan2 cewenya-pun semuanya berjilbab, yang cowo berpeci. Wah.. Islami banget deh, juga sangat Melayu (sempat berasa lagi di Malaysia, haha *lebay*). Makanya, jadi laris manis pake antri-antri. Pelayannya bentak2pun, tetep aja antriannya panjang. Kalo kalian tertarik, silakan ke alamat dibawah ini:

Nomor yang dilingkari itu adalah nomor tokonya yang bisa terima pesanan *catet!*. Telepon aja ke nomor telepon yang digaris bawahin itu. Penting tuh buat kalian yang mau borong banyak, supaya ga perlu adu mulut dulu seperti pengalamanku.

Btw, di Jalan Mojopahit, Medan, sepanjang jalan tuh isinya para penjual bika. Bangunan paling gede mencolok, ya bangunan milik Zulaikha. Lainnya, cuma seperti rumah aja.

Dan untuk tahu sejarahnya Zulaikha, silakan kalian baca disini yah.

Tapi kalo aku pribadi nih, prefer bika merk lain. Aku lebih suka dengan rasanya bika yang dibuat dengan menggunakan tuak *heiii, ini soal selera yah (BUKAN mengajak konsumsi bika non halal!)*. Teman-teman yang lain pun kebanyakan prefer bika Ambon merk ATI / Acai / Ratna / Kiki Koko (yang juga bisa didapatkan di Jalan Mojopahit, Medan).

Share

Post to Twitter