Gereja Katedral Hati Kudus Yesus (Surabaya)

Berikut ini adalah sejarah Gereja Katedral Surabaya (diambil dari sini):

Sejarah berdirinya Gereja Katolik Hati Kudus Surabaya tidak terlepas dari proses perkembangan umat katolik di Gereja Maria Geboorte ( Gereja Kelahiran St. Perawan Maria) Kepanjen. Gereja yang pertama kali berdiri di kota Surabaya ini umatnya berkembang pesat, sementara pada masa itu Surabaya sebagai kota pelabuhan dengan tranportasi sungai dari utara menuju selatan berpengaruh pula berkembangnya umat ke wilayah selatan. Karena umat katolik di wilayah Surabaya selatan semakin berkembang pesat dan Gereja Kepanjen tidak menampung lagi maka timbullah pemikiran untuk membangun gereja baru di Surabaya bagian Selatan.

Catatan rapat tanggal 14 Mei 1911 timbul rencana penyediaan lahan untuk dibangun gereja, yaitu :

1.Menaksir persil di Tunjungan dekat apotik Rathkamp, luas 800 meter persegi dengan harga 24.000 Gulden.

2.Persil di Embong Wungu-Kaliasin, dengan pertimbangan jarak antara Surabaya Selatan dengan Surabaya kota tidak jauh, dan terletak persis di di tengan persimpangan jalan utama seluas 2633 meter persegi, dan jika dirasa kurang luas bisa ditambah seluas 1678 meter persegi dengan harga 43000 Gulden. Para suster sangat tertarik dengan persil ini, selain tempatnya yang strategis kalkulasi pembayarannyapun sesuai dengan kemampuan Gereja yaitu dengan cara kredit dalam waktu 1 tahun. Akan tetapi rencana tersebut gagal dikarenakan ada pemberitahuan tiba-tiba dari Kotapraja bahwa akan ada rencana pembuatan saluran air, sebab hasil survey membktikan bahwa air tanah di daerah ini masih setinggi 0,82 di atas paal rooster, akibatnya akan berbahaya jika di atas tanah itu dibangun sebuah gedung besar, akan terjadi ketidakseimbangan “berat jenis”

3.Sebuah persil di tegal sari dengan luas 6618 meter persegi, dengan harga 5 Gulden per meter persegi.

4.Di Ketabang ada tanah yang bisa dipergunakan tetapi tidak boleh dibeli, hanya boleh disewa selama 75 tahun.
Berdasarkan data tanggal 27 April 1914 mencatat bahwa ada rencana pengadaan obligasi sebesar 50.000 Gulden, tetapi sangat disayangkan hingga tanggal 31 Juli 1915 tidaki berhasil diwujudkan, selain itu ada juga protes dari warga Tegalsari untuk menutup tanah tersebut. Akhirnya tanah di Tegalsari tersebut diabaikan, dan dalam waktu satu tahun seorang makelar berhasil menjual kepada Sositet Cocordia dengan harga 132.360 Gulden, dan persil yang di jalan Embong Wungu/Kaliasin juga terjual kepada kepada perusahaan dengan harga 125 Gulden..

Polemik di mana letak gereja baru di Surabaya selatan akan dibangun berlangsung hingga tahun 1919. Pada tahun ini ada 2 persil tanah yang diincir untuk melanjutkan rencana semula:

1.Di daerah Hoogendorplaan, dengan luas tanah 7500 m2 diabatasi oleh jalan Reestraat, dan Jalan Idenburgstraat, dan jalan Brouwerstraat

2.Di Jalan Anita Bulevard (jalan Dr. Sutomo yang kini berubah menjadi Jl. Polisi Istimewa), dengan luas tanah 4200 m2 dan berdekatan dengan persil di Jalan Boschlaan dengan luas 3000 m2.

Akhirnya setelah melakukan pembahasan dengan intensif maka ditetapkan persil di Jl. Anita Boulevard dan jalan Boschlaan yang dipakai untuk dibangun gereja dan pastoran baru untuk Wilayah Surabaya Selatan. Tahap awal perencanaan pembangunan diserahkan kepada arsitek Mr. Beek dengan biaya yang dibutuhkan sebesar 160.000 Gulden. Rancangan desain gereja dibuat oleh arsitek ED Cypress Bureu dengan rangka denah berbentuk empat persegi panjang dan konstruksi bentuk Basilika dibangun oleh biro arsitek HUSWIT-FERMONT.

Upacara peletakan batu pertama pembangunan gereja Hati Kudus Yesus oleh romo Fleerakkers SJ. pada tanggal 11 Agustus 1920. Pada tanggal 21 Juli 1921 gereja sekaligus rumah pasturan diberkati oleh Mgr. Luypen dan diberi nama Gereja Hati Kudus Yesus Surabaya.

Dan gereja ini sekarang dilengkapi AC! Sayang, AC diletakkan sejajar dengan bangku duduk (karena memang tidak ada tempat lain). Bisa bikin masuk angin tuh kalo duduknya dekat AC, hehe. Tapi memang bikin jadi lebih nyaman sih, Surabaya kan suhu dan kelembabannnya tinggi.

Dan ini, tempat babtis (ya?):

Sebenarnya, ada banyak yang menarik difoto ulang (sebelumnya sudah pernah foto komplet tapi entah dimana master file-nya). Tapi karena kebetulan waktu terakhir kesana tujuannya untuk misa, ya terbatas deh foto-fotonya..

Ntar deh, kapan-kapan.. fotonya akan dilengkapi :)

Paroki Hati Kudus Yesus
Jalan Polisi Istimewa 11-15, Surabaya, Jawa Timur 60265
Misa Sabtu Sore: 18.00, Minggu: 05.30, 07.15, 09.15, 16.30, 18.30
Adorasi Sakramen Mahakudus, setiap hari Jum’at diawali dengan Misa pada pukul 18.00

Share

Post to Twitter