Sangkring Art Space (Yogyakarta); Galeri Seni yang Keren!

Nah, setelah selesai makan malam kilat di warung Bakmi Jawa Pak Rakiman, kita kudu buru-buru menuju ke Sangkring Art Space, sebuah galeri seni di Jalan Nitiprayan Rt.01/20 no 88 Ngestiraharjo, Kasihan, Bantul, Yogyakarta 55182.

Ditempat itulah, beberapa foto hasil kamera butut-ku dipajang, dalam pameran yang diadakan oleh komunitas penggila batu2an candi, Bol Brutu, bekerja sama dengan Sangkring Art Space.

Dan, ehm.. maaf duluan yah. Jujur saja, saat pertama kali mendengar kata “galeri”, di Yogyakarta pula, yang terbayang adalah rumah biasa yang dibikin los, dinding-dindingnya ditempel aneka lukisan atau foto, lalu ditengah ruangan ada beberapa benda seni. That’s it. Soalnya, beberapa kali masuk galeri seni di Yogyakarta, ya begitu itulah keadaannya. Eh, sekali lagi, maaf loh.

Jadi, supaya tidak kecewa dan siap mental, aku browsing dahulu (sekali lagi, hidup Google!!!) dengan keyword “Sangkring”. Kemudian, jrenggg.. munculah website-nya! Edian, ternyata punya website segala *kukur2 kepala*, to? Dan, wuih? Aku melongo lamaaa sekali, melihat bentuk galeri Sangkring Art Space. Jauh dari imajinasiku!

Sangkring Art Space berdiri pada tanggal 31 Mei 2007.

Nama Sangkring diambil dari nama leluhur Putu Sutawijaya, perupa dan pendiri Sangkring Art Space, dengan pertimbangan bahwa nama ini dapat menjadi spirit untuk mempertautkan diri dengan masa lalu dan motivasi untuk melangkah dalam proses kreatif di dunia seni rupa.

Dengan pertimbangan itu, Sangkring Art Space membuka diri untuk berbagi dengan yang tua dan yang muda, yang lama dan yang baru, dalam sebuah ruang kreativitas.

Dengan begitu, Sangkring Art Space menghargai perbedaan dan menjunjung tinggi solidarias berkesenian, tanpa memperdulikan asal usul budaya dan ideologi. Dalam perkataan lain, Sangkring Art space berkecenderungan menjadi ruang eksperimen bagi semua kalangan dan pelaku seni.

Di sini, di Sangkring Art Space, yang tua dihormati, yang muda dihargai, yang pinggiran dibela, yang alternative diberi kesempatan, untuk sama-sama berkarya. Sebab, Sangkring Art Space menyadari sepenuhnya bahwa ruang seni sebagai ruang berbagi dan solidaritas masih sangat dibutuhkan di negeri ini.

Visi

Merangkul, menggandeng, dan merengkuh puspa ragam seni dalam sebuah ruang seni.

Misi

Mempergelarkan dan mempertunjukan aneka rupa praktik seni, di mana perbedaan dan eksperimen kreativitas dihargai sama tinggi.

Mekanisme Pengelolaan Ruang

Setiap kegiatan di Sangkring Art Space dikelola secara swadaya, tapi tidak menutup kemungkinan dan peluang untuk bekerja sama dengan pihak atau instansi seni lain.

Bentuk Kegiatan

Bentuk kegiatan di Sangkring Art Space bersifat open-ended management. Artinya, dalam suatu kegiatan tertentu, Sangkring Art Space merancang dan mengelolanya secara internal. Disisi lain, Sangkring Art Space menerima tawaran-tawaran kegiatan dari pihak luar secara terbuka (taken from here).

See? Keren, kan? Keren, kan??? Ikutan speechless? Sempat menahan nafas? Ga percaya ini di Yogyakarta? Gapapa, gapapa, reaksi begitu itu, normal kok. Sungguh. Aku sendiri kan sudah mengalami. Demikian juga seorang kawan yang aku kasih link galeri ini. Dia langsung kirim BBM kilat, “Disitu pamerannya? Itu Yogya? Beneran?”, hahaha!!!

Saking kerennya, tempat ini bahkan sudah pernah masuk di majalah Time (read here)!!! Wew.. *lap keringat dingin*.

Aah, Pak Putu Sutawijaya, galeri Bapak saja sudah demikian memukau, apalagi karya ‘orat-oretnya’..

Sukses, Sangkring Art Space!

Share

Post to Twitter