Tips dan Langkah-langkah Mengurus Passport Tanpa Calo di Kantor Imigrasi Surabaya

Tips pertama dariku singkat, jelas, padat: BANYAK SABAR!!! Bawa obat hypertensi (dan obat-obat lain yang kudu diminum teratur). Juga sebotol air es (buat ditempelin didada). Serius tuh, jangan diketawain.. hehehe!

Tips ke-2:  kalo ke Kantor Imigrasi pakailah baju berkerah, dilarang memakai sandal dan celana pendek. Catet!!! Kalo di Kantor Imigrasi Tanjung Perak, yang pake celana pendek dan sandal jepit, sudah diusir sebelum masuk kedalam kantor *trust me*.Tapi karena aku warga Surabaya Timur, aku mengurus perpanjangan passportku di Kantor Imigrasi Klas I Khusus Surabaya, Jalan Jendral S. Parman 58A, Waru, Sidoarjo *panjang bener nama dan alamatnya*:

Eh, tadi aku sebut Kantor Imigrasi Tanjung Perak?

Ya! Ada satu lagi Kantor Imigrasi di Surabaya, namanya Kantor Imigrasi Klas I Tanjung Perak Surabaya, Jalan Darmo Indah 21, Surabaya (ini tempatku dulu bekerja mengurus ekspatriat India, nih). Namun dikantor ini hanya melayani pengajuan dari area:

  • Daerah Pelabuhan Tanjung Perak
  • Kabupaten  Gresik
  • Kabupaten  Lamongan
  • Kabupaten  Tuban
  • Kabupaten  Bojonegoro
  • Kabupaten  Bangkalan
  • Kabupaten  Sumenep
  • Kabupaten  Sampang
  • Kabupaten  Pamekasan
  • Kecamatan   Tandes
  • Kecamatan   Benowo
  • Kecamatan   Lakarsantri
  • Kecamatan   Krembangan
  • Kecamatan   Pabean  Cantikan
  • Kecamatan   Semampir
  • Kecamatan   Kenjeran (taken from here)

Nah, dimana-mana kalo mau berurusan dengan birokrasi dan pemerintahan, pastinya ada dokumen-dokumen pribadi yang kudu dipersiapkan. Oleh karena itu, sebelum membaca kelanjutan tulisanku, kalian HARUS baca ini dulu *sekali lagi: harus*, sebelum melanjutkan membaca, hehe.

Tips ke-3: foto copylah semua document (yang kalian baca disini) itu, sebanyak 3x, di kertas A4. Jangan kertas ukuran lain dan jangan kurang dari 3x. Percayalah!

Kalo kalian ga foto copy document itu sebelum ke Kantor Imigrasi, yang terjadi adalah ini:

Yak, kalian akan dipaksa antri foto copy (_ _!!). Dan antriannya astaganaga booo.. panjangnya seperti naga beneran, dah! Udah gitu, mesin foto copy-nya dari abad lampau. Jadi, dikit2 macet, mogok kerja, ngambek, capek. Paling parah kalo mesinnya pingsan, karena itu artinya: kalian kudu keluar dari Kantor Imigrasi, mencari jasa foto copy lain yang jauhnya amit2 jabang bayi beneran, deh. Padahal cari parkir di Kantor Imigrasi ini susahnya seperti cari cewe cakep di pucuknya Uganda.

Hah? Beneran, Wi? Parkirnya susah? Sorry, jawabnya: iya!

Tips ke-4: TIAP KALI berurusan dengan Kantor Imigrasi, datanglah pagi-pagi benar. Kantor sih mulai buka jam 8am, tapi aku yang datang jam 7.30am saja sudah ga kebagian lahan parkir dan terpaksa parkir jauh dari Kantor Imigrasi. Kalo naik motor aja enak, masih bisa disesak-sesakin disekitar Kantor Imigrasi, tapi kalo bawa mobil siap2 saja cari tanda ini:

Dimana tuh? Hm, pokoknya kalian lurus saja melewati Kantor Imigrasi, sampai melihat ada papan reklame “BODREX” di kiri jalan (menempel pada toko). Nah, barulah kemudian kalian akan melihat papan diatas. Belok saja ke kiri (ikuti tanda panah), mengemudilah kira-kira 50m dari belokan. Yak, disanalah tempat parkir mobilnya *jauh, booo!!!*. Kalo membawa anak-anak dan manula, saranku: turunkan mereka di Kantor Imigrasi sebelum mobil diparkirkan di “far far away car park” itu.

Kalau kalian datangnya siang (kalo hanya buat ambil passport sih OK tapi jangan sekali-kali berani datang siang untuk mengambil aplikasi dan antri foto), mungkin kalian hoki dapat tempat parkir didalam area Kantor Imigrasi. Caranya? Coba saja klakson petugas parkirnya. Tanyain, masih ada tempat/ gak. Kalau ada, ya mobil kalian akan dipersilakan masuk, tapi kunci kudu diserahkan kepada petugas (serahkan hanya ke petugas berseragam dan ingat baik-baik namanya!). Tarif yang diminta adalah Rp. 8ribu.

Dan pengurusan passport dimulai dengan pengisian formulir data diri.

Sebenarnya, seorang kawan telah membantu membelikan formulir dari Kantor Imigrasi. Maksudnya, supaya formulir itu kemudian bisa aku isi dirumah. Tapi menurutku ini cara yang gak efisien karena data yang diisi tuh sederhana banget. Cuma nama, alamat, nama Ibu kandung, gitu-gitu saja. Kan mudah banget tuh, masa kalian ga hafal.

Nah, tips ke-5 dariku adalah: datanglah langsung ke kantor imigrasi, bawa foto copy semua document yang diminta dan document aslinya, plus pena!!! Beli formulirnya di Koperasi Imigrasi dan isi segera, sehingga segera bisa diserahkan (ngapain lama2 di Kantor Imigrasi, ya kan?). Jadi, kalian ga kudu bolak balik ke kantor imigrasi. Disana engga ada Tom Cruise (adanya malah Tomcat), kok. Jadi ngapain, sering-sering kesana?

Diserahkan kemana? Kapan fotonya? Kapan passport jadi? Bingung? Oh, tenang!

Disepanjang dinding sebelah kanan sejak kalian masuk area kantor, terpampang jelas apa saja yang kalian butuhkan (mirip dengan yang sudah aku post disini, kok) dan bagaimana prosedurnya.

Tips ke-6: asalkan document yang diminta Kantor Imigrasi lengkap (kalau mau lengkap: baca ini dulu), datangi saja loket bantuan yang ada di dekat pintu masuk! Mereka-mereka yang sedang bertugas akan dengan senang hati (dan gemas) membantu kalian dengan sabar dan tabah:

Disitu, kalian akan dibantu memeriksa kelengkapan document dan merapikannya. Mereka-mereka juga yang nantinya akan menunjukkan dimana kalian bisa foto copy, membeli materai, membeli formulir, dsb. Pokoknya, tanyalah apa saja di loket ini kecuali nomor telepon pribadi dan alamat rumah petugasnya.

Sejak antri beli formulir, menyerahkan document dan tanya-tanya kepada petugas loket, hanya 30an menit saja kok (kecualiiii kalo kalian ga foto copy dan dokumen ga lengkap; bisa berjam-jam, deh). Jadi, ga usah cuti kerja. Cukup ijin datang terlambat saja.

Setelah semua lengkap, serahkan COPY document + formulir kepada petugas di loket ini juga. Nantinya mereka akan menukarnya dengan selembar surat terima dan memberi jadwal untuk foto. Tips ke-7: bawa pulang & jaga baik-baik kertas itu! Oh ya, JANGAN serahkan/ tinggal document asli kalian di loket ini, ya.. (hati2, biasanya karena panik/ ribet, ada dokumen asli yang tercecer: di Kantor Imigrasi kemarin banyak dipamerkan akte-akte dan KTP orang-orang yang tertinggal/ jatuh, loh).

Pada tanggal yang telah ditentukan (atau selambat-lambatnya 2 minggu sejak tanggal yang ditentukan), datanglah untuk antri foto (sekali lagi: bawalah air, obat2an yang memang harus diminum teratur plus KESABARAN EKSTRA, battery gadget kalian juga kudu full, sukur-sukur kalo kalian sempat bawa snack/ bacaan *serious*).

Dan ingatlah tips ke-4 yang sudah aku berikan: TIAP KALI berurusan dengan Kantor Imigrasi, datanglah pagi-pagi benar, karena antri foto ini bener-bener menguras tenaga dan kesabaran.

Aku datang ke Kantor Imigrasi, menyerahkan kertas jadwal foto (di loket bantuan) dan diganti dengan kertas dengan nomor urut. Kalo kalian antri dari pagi, ya dapat nomor kecil. Kalian datang siang, wah.. siap-siap saja deh. Aku yang ambil nomor jam 10 am (maklum lagi sibuk), dapat nomor 161 *jreng jrengggg*.

Tugas selanjutnya? Siapkan uang sesuai tarif resmi (baca disini). Tips ke-8: siapkan uang pas!

Setelahnya ya duduklah dengan penuh kesabaran, menunggu nomor kalian disebut. Ga usah tegang dan perhatiin pengeras suara. Nomor-nomor yang dipanggil, tertera jelas di layar TV yang cukup besar, kok:

Untuk yang melakukan pembayaran, yang kalian kudu pelototin adalah nomor di kolom “LOKET 4 (KASIR)” yang berwarna kuning tua.

Aku sih kebetulan duduk menunggu didepan loket 4:

Nantinya, kalian akan dipanggil per 10 nomor. Bayarkan uang tadi + serahkan kertas nomor antrian. Setelah itu kalian kudu agak pasang telinga, karena petugas loket 4 akan memanggil nama kalian satu persatu TANPA pengeras suara. Untuk apa dipanggilin? Untuk mengembalikan kertas nomor antrian + surat tanda lunas. Tips ke-9: pegang baik-baik kertas itu sampe passport sudah ditangan! Kalo kertas itu sampe hilang, kalian boleh menangis deh *beneran*.

Setelah itu, yang harus kalian lakukan adalah duduk menunggu LAGI, untuk foto. Perhatikan baik-baik layar monitornya:

Perhatikan saja nomor didalam kolom “FOTO PASPOR RI” yang berwarna biru tua itu (atau angka berwarna ungu yang segede gaban itu). Kalau sudah tiba giliran kalian foto, jalanlah keruangan biometrik dan masuk kedalamnya (dengan menunjukkan nomor antri kepada petugas yang kadang-kadang menjaga pintu masuk).

Tugas berikutnya adalah mengambil formulir yang dulunya kalian titipkan ke loket bantuan. Ambil dimana? Di meja yang aku beri tanda bintang:

Ambilah sendiri. Tidak ada petugas yang terus-terusan stand by di meja itu. Tidak usah berebut! Ga ada kok yang mau ambil map kalian, hehe. Antrilah teratur, kemudian duduk manis. Tiap ada petugas foto yang kosong, segeralah kalian datangi (tapi antri lo ya, antri!).

Petugas foto akan menanyakan nama, alamat, tanggal lahir dan tempat lahir untuk dicocokkan dengan data yang mereka miliki. Kemudian mengambil foto kalian dan mengambil semua copy sidik jari (masing-masing jari sebanyak 3x).

Selesai foto, duduklah dulu! Tunggu sampai petugas wawancara ada yang kosong. Kalo ada yang kosong, ya segeralah kalian datangi (tapi antri lo ya, antri!):

Disini, petugasnya akan menanyakan nama, alamat, tanggal lahir dan tempat lahir (lagi) untuk dicocokkan dengan data yang mereka miliki. Plus sedikit wawancara. Mamiku yang sudah dihitung lansia *poor Mammam!*, engga ditanyain apa-apa selain nama, alamat, tanggal lahir dan tempat lahir. Tapi aku ditanyain banyak banget euy (_ _!!).

Petugasnya tanya untuk apa perpanjang passport, ada rencana kemana, kapan, kerja dimana, sebagai apa, tujuan perginya apa (hadeeeh.. banyak bener, Oom?).

Kemudian, aku diminta untuk tanda tangan formulir + passport baru (tanda tangannya jangan keluar dari box!).

Tips ke-10: tanyalah kira-kira kapan passport kalian selesai! Kenapa begitu? Karena resminya, passport ready dalam 3 hari kerja. Tapi hingga sekarang (aku menulis ini pada tanggal 21 Maret 2012), passportku belum selesai. Itu sesuai dengan yang petugasku beritahukan, bahwa passportku baru ready setelah hari Jumat minggu depan (8 hari sejak aku foto). Karena hari Jumat itu tanggal 23 dan libur nasional, kemungkinan passportku baru bisa diambil hari Senin.

Diambilnya pakai apa? Pakai bukti bayar dari loket 4! Makanya aku bilang, tuh bukti jangan sampe hilang deh.

Dan.. sebenarnya, Kantor Imigrasi Klas I Khusus Surabaya, Jalan Jendral S. Parman 58A, Waru, Sidoarjo sudah menyediakan teknologi yang memudahkan mereka-mereka yang mau ambil passportnya dengan cara: ketik “PASPOR spasi nomor pendaftaran”, kirim ke nomor: 081230056677. Tapi aku coba sampe jari keriting, ga ada SMS balasan T___T. Wew.

Btw, kalian mungkin ada yang heran, kenapa aku bilang “bawalah air, obat2an yang memang harus diminum teratur plus KESABARAN EKSTRA, battery gadget kalian juga kudu full, sukur-sukur kalo kalian sempat bawa snack/ bacaan?”. Karena antrinya bener-bener lama, bo!!!

Aku datang jam 8am, lalu nekad ninggalin Kantor Imigrasi selama 2 jam. Kemudian, setelah aku datang lagi (sekitar jam 10an), aku masih harus duduk menunggu selama hampir 2 jam, sebelum nomorku dipanggil ke loket 4 untuk melakukan pembayaran. Kemudian, semua layanan terhenti selama 1 jam untuk makan siang (kecuali hari Jumat!). Dan aku baru difoto setelah jam 3pm *huek..*.

Jadiiiii, dibutuhkan waktu 7 JAM UNTUK DIFOTO dan WAWANCARA *jreng jrengggg*, terhitung sejak datang untuk mengambil nomor antri, bayar, sampe foto dan wawancara *d#mn*. Jadi, tips terakhirku, tips ke-11 adalah: kalian kudu CUTI untuk antri foto (_ _!!).

Dan saat jam makan, akupun ikutan ke kantin daripada tolah toleh ga jelas didalam ruang tunggu:

Kantinnya sesak dan bejubel. Yang paling menyebalkan adalah orang-orang disana merokok tanpa memperdulikan orang lain *so selfish!!!*. Aku dipersilakan duduk oleh penjual kantin, menolak dan bilang “Ga tahan asap rokoknya, Bu”. Aku lihat dengan jelas, ada 2 pria menoleh karena mendengar jawabanku. Dan kalian tahu apa yang mereka lakukan? Mereka malah merogoh kantong celana, mencari rokok dan korek, kemudian merokok!!! Yak, bener-bener pria ga tau aturan, egois dan tolol (maaf, tapi begitulah pandangan saya terhadap rokok)!

Dan kalau kalian terpaksa makan disana, saranku adalah: makanlah di pintu ke 2 dari tulisan “Soto Lamongan” itu. Itu adalah penjual nasi yang paling laku. Hampir semua orang yang disana, makan dari tempat itu.

Trus, seperti apakah ruang antrinya? Hehe, manusiawi kok. Bersih, rapi dan tanpa asap rokok:

Mau tahu, kenapa aku kali ini memperpanjang passport tanpa calo? Karena tertantang untuk (mencoba) jadi warna negara yang baik. Suer! Apalagi si Mami Mami tuh. Walau berdarah Tionghoa, tapi karena lahir di Indonesia, maka dia cinta negeri ini dengan segenap hatinya *she really really loves this country!!!* sehingga dia mau jadi warga negara yang baik dengan tidak menggunakan calo.

Aku yang terharu ini *suer terharu!!!*, akhirnya menuruti kemauannya. Sebuah keputusan yang membuat kita kudu duduk di bangku besi selama 7 jam, booo (_ _!!). Dan apa komentar Mamiku saat aku mengeluh pegel-pegel? Dia bilang, “Sudahlah, toh hari ini kamu juga terlanjur cuti”. Ealah, Mammmm!!! Presiden SBY kudu tahu, ada warga negaranya yang bener-bener tabah dan sabar menjalani birokrasi panjang tanpa menggunakan calo, hiks, keturunan Tionghoa pula, hiks *lebay lu, Wi!!!*.

Btw, secara keseluruhan aku sebenernya mengacungkan 4 jempol untuk Kantor Imigrasi Klas I Khusus Surabaya, Jalan Jendral S. Parman 58A, Waru, Sidoarjo. Kenapa? Karena sejak awal, aku merasa kantor ini begitu tertib dan teratur.

Adanya loket bantuan tuh bener-bener sangat amat membantu *jempol*. Ruang tunggunya bersih dan sejuk, bebas asap rokok dan tidak ada pedangan asongan lalu lalang (hanya ada 1 penjual majalah saja yang sepertinya ‘direstui’ jualan).

Panggilannya tertib dan teratur. Saat masuk keruang foto, dokumen kita sudah disiapkan sesuai dengan nomor. Prosedurnya sama sekali ga membingungkan (eh, tapi mungkin aku komentar demikian karena sudah agak sering ke Kantor Imigrasi dan nguruisin passport2 expatriat, yah?).

Aku juga tidak ditarik biaya-biaya lain diluar biaya resmi yang memang sudah ditentukan. Dan katanya, ada loket khusus untuk masyarakat berkebutuhan khusus seperti penyandang cacat, para orang tua dan bayi.

Sebagai kontrol terhadap pelayanan, kantor imigrasi menyediakan hotline pengaduan masyarakat. Yakni, e-mail: [email protected] atau SMS ke 081230056677.

Maka, tak heran bila tahun lalu Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Surabaya mendapatkan sertifikat ISO dan Piala Citra Pelayanan Prima dari pemerintah, sebuah penghargaan yang menunjukkan layanan prima di institusi itu (taken from here).

Bahkan disamping pintu keluar dari ruang biometrik (ruang foto passport dan wawancara), disediakan tombol indeks kepuasan masyarakat terhadap layanan dari petugas Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Surabaya:

Bravo!!! Aku salut! Tapi, antrinya itulooohhhh… *tiba-tiba pinggang pegel lagi*. Dan kapan neh, passport saya jadi? Hiks.

Share

Post to Twitter