Pantai Ngliyep (Malang); Mari Bertemu Nyai Roro Kidul!

Dari Balekambang, kita lanjut ke Ngliyep. Pantai yang juga masih dikawasan Malang Selatan:

Soal keindahan alam, aku jauh lebih menyukai Balekambang. Tapi kalau bicara soal mistik, ahaaa.. Balekambang engga ada apa2nya dengan pantai yang satu ini! Catet, itu. Hahaha!

Ngliyep dipercaya sebagai salah satu lokasi favorit Nyai Roro Kidul, ratu penguasa laut selatan yang terkenal itu.  Di Gunung Kombang, bukit karang yang masih berada di area Ngliyep, ada sebuah pesarehan (rumah kecil) yang konon adalah tempat Nyai menampakkan diri.

Dan penampakan itu terfoto oleh seorang photographer yang memang mendapat ‘bisikan’ untuk mengabadikan moment tersebut. Foto tersebut tersimpan rapi disana hingga kini, loh. Sayang, foto tersebut tidak boleh difoto.

Gunung Kombang sendiri dikenal sebagai tempat petapaan. Bahkan berdasarkan beberapa artikel yang aku baca (click here), bahkan disebutkan bahwa dipercaya di Gunung Kombang lah, si Nyai memulai pertapaan hingga menjadi ratu pantai selatan.

Dan di Ngliyep pula, setiap tanggal 14 Mulud (Rabiul Awal), ada acara Labuhan, yang sudah dilakukan sejak tahun 1913. Dalam acara adat ini, masyarakat Kedungsalam melaksanakan labuh dengan melemparkan sesaji berupa potongan kepala Kambing ke laut. Para pemasak diharuskan dari kalangan laki-laki dan dilarang mengenakan pakaian berwarna hijau, harus berpuasa dan lokasi memasak harus bersih dari unsur perempuan. Unik, ya :)

Namun ternyata.. sebagai objek wisata alam, penampilan Ngliyep sering ‘menipu’ loh. Ombaknya yang kecil,  sejuk dan bening, sebenarnya cukup berbahaya untuk berenang. Maka itu, ditulislah larangan untuk berenang, dimana-mana. Bahkan ditempat yang ‘setenang’ foto dibawah inipun, diberi garis jelas untuk memisahkan area bermain air dan area berbahaya. Karena malah pada bagian2 tenang inilah, arus air lautnya sangat kuat sehingga sering ‘menyeret’ korban bertemu langsung dengan Nyai *grin*.

Walau tampak tenang, bagian ini cukup berbahaya:

Maka daerah aman untuk bermain airnya dekat sekali dengan daratan, karena konon, arus bawahnya sangat kuat untuk menarik korban ke istana Nyai Roro Kidul. Selain itu, papan peringatan agar tidak berenang, ada dimana-mana:

Lucunya, 2 meter dari papan peringatan ini, malah ada papan penyewaan ban untuk berenang, haha *oooh, Indonesia!*:

Dibagian lain (masih satu area), ada pantai PASIR PANJANG namanya:

Pasirnya coklat dan ombaknya cenderung besar. Tidak seorangpun berani bermain air disana. Bahkan saat setelah surut sekalipun. Aku lihat, beberapa orang hanya duduk diatas gundukan pasir yang tinggi sambil melihat keindahan alam. Walau ‘garing’, not bad lah.. Lihat saja, langit dan air seakan menyatu! Pantainya bersih dan..

.. ada sungai yang terbendung (juga)!!!

Beda dengan sungai terbendung yang di Balekambang (yang sudah ‘tersambung’ dengan laut), sungai yang ini masih ‘terbendung’. Dan pastinya akan indah sekali jika nanti dia ‘tersambung’ dengan laut karena posisinya akan membelah pantai Pasir Panjang.

Keistimewaan lainnya adalah saat pantai Pasir Panjang sedang digempur ombak besar yang berdebur ga karuan, ehhh.. si sungai yang terbendung ini tenaaang sekali. Bener-bener tenang! Saking tenangnya, aku sampe menyerah pada alam. Duduk dan ber-food spa-ria! Wakakakk.. Aku timbun kakiku dengan pasirnya yang terasa hangat namun lembab, berlama2 menikmati ketenangan didepan mataku dan mengabaikan deburan ganas ombak dibelakang punggung.  Mantab!

PS: Pantainya Malang engga cuma Ngliyep dan Balekambang, lo. Ada juga Pantai Sendang Biru dan laguna Segara Anakan, di Pulau Sempu.

Share

Post to Twitter