Pasar Bong (Surabaya); Batik dan Pashmina Murah Berlimpah!

Walau beberapa kali sudah mendengar namanya, namun seumur-umur di Surabaya, baru mid April 2012 kemarin aku ke Pasar Bong, di Jalan Slompretan, Surabaya. Itupun karena diajak teman yang punya toko di Ruko Gula Indah, sebelah Pasar Bong:

Ketika masuk ke pasar, temanku berbisik, “Pasar ini dulunya makam Cina, loh!”, jrenggg..

Pasar Bong sudah ada sejak tahun 1980, menempati kawasan permakaman Cina. Hanya saja, jika memasuki kawasan ini sudah tidak terlihat lagi makam Cina. Dari buku Ong Hok Ham, ’Riwayat Tionghoa Peranakan di Jawa’ halaman 73-87, ada uraian tentang keluarga Han, Tjoa dan The, yang menurunkan opsir-opsir Tionghoa di Surabaya khususnya, dan wilayah Jawa Timur umumnya.

Tapi sayang, makam tua yang ada di Pasar Bong telah berubah menjadi pertokoan, sebab makam Han Bwee Kong alias Han Bwee Sing (1727-1778), merupakan orang pertama dalam keluarga Han yang menjabat kapitan Cina di Surabaya ada di sana.

Pasar Bong pada jaman dulu juga disebut Chineesche Breestraat, Jalan Cina Lebar. Kini jalan itu bernama Slompretan, tapi masih ada satu gang bernama Gang Pasar Bong. Dulu jalan ini merupakan pusat perdagangan hewan seperti burung, anjing, kelinci dan lain-lain. Dikenal se-Jawa Timur sebagai pasar burung dan ayam.

 Dalam koran Sin Tit Po, menceritakan sebuah anekdot dengan latar belakang cerita Pasar Bong sebagai pasar ayam. Selain burung, di sepanjang jalan banyak terdapat toko obat tradisional. Melihat kegiatan bongkar muat di gudang-gudang Slompretan terus ramai, akhirnya warga berinisiatif membeli sebagian barang-barang tersebut untuk dijual sendiri di rumah-rumah mereka. Dan ternyata banyak pembeli, hingga akhirnya jadilah Pasar Bong sampai sekarang ini. Sebutan Bong untuk menandakan bahwa di sini dulunya adalah kawasan makam Cina. (Nurul/berbagai sumber) (taken from here).

Tapi tenang, (sayangnya) sudah engga ada lagi sisa makam, yang ada hanyalah kios sesak diantara lorong sempit yang menjajakan aneka pakaian jadi (didominasi batik)/ kain (batik) potongan, dengan harga edan-edanan murahnya @__@!!!

Walau sudah murah, tapi masih kudu ditawar lagi! Soalnya, sempet hampir rontok bulu rambut, gara2 naksir syal pink yang harganya 500ribu, padahal kata temanku.. biasanya cuma 100ribuan saja @__@:

Hoho, selamat berbelanja! Kalo sudah kesana, sekalian saja mampir berfoto di Jalan Gula, kulakan batik di toko temanku, kerumah abu Keluarga Han, juga Klenteng Slompretan.

Share

Post to Twitter