Sate Ayam Ngagel Jaya Barat (Surabaya); Laku 2500 Tusuk, Semalam!

Penemu tempat ini *halah* adalah Mami, wekekekek. Karena nyasar dan belok kesana kemari sesuka hati, eh.. nemu bakul sate laris manis. Lokasinya tidak jauh dari rumah, tepatnya di Jalan Ngagel Jaya Barat, Surabaya. Dekat dengan depot yang jualan rujak soto Banyuwangi itu. Nama warungnya? Ga ada! Jadi, marilah kita namai sebagai, hmm.. *thinking*, Sate Ngagel Jaya Barat *sakarepedewe*! Hehe..

Kemarin, baru saja aku kesana (lagi). Masih jam 17.45 tapi, lah??? Kok yang antri sudah banyak? Hehe.. (tapi foto diatas tuh foto kunjungan sebelumnya, waktu itu sudah hampir jam 21.00, jadi sudah lumayan agak sepi).

Tempatnya memang hanya bangunan tidak permanen dengan atap tenda. Didalam tenda itu hanya ada 2 meja, yang 1 lebih besar dan panjang. Cukup besar sebenarnya, tapi tidak muat menampung pembeli, jadinya lebih banyak yang beli sate ini untuk dibawa pulang.

Aku, kebetulan memilih untuk makan disana demi lebih banyak mendapatkan foto *haizh…!!* dan tanya-tanya. Kata si Bapak, sehari bisa habis 2500an tusuk sate, loh! Wuikkkk, itu jumlah yang besar loh..

Semua sate ini akan dibumbui dahulu sebelum dipanggang. Yang aku lihat, si Bapak pakai kecap merk “Orang Cap Jual Sate”, hahaha, cocok banget merk-nya! Lagipula, itu memang merk kecap yang aku biasa pakai. Harganya relatif lebih mahal dari kecap lain. Mungkinkah itu (salah satu) rahasia kenikmatan satenya? Entah.. hehe.

Setelah selesai dipanggang, si bBapak langsung meracik bumbu satenya! Ada sepanci besar bumbu kacang yang masih kudu ditambah dengan kecap manis, sambal dan rajangan bawang merah segar, sebelum disajikan kepada pembeli:

Nah, kalo bumbunya sudah siap, barulah sate yang sudah matang ‘dicampurkan’ dengan bumbu, kemudian dihantarkan ke meja:

Lontong/ nasi bisa jadi teman makan. Aku sih biasanya memakan sate ayam dengan lontong saja, tapi karena waktu itu ngelihat ada kerupuk, wah.. aku makan dengan kerupuk, deh! Sampe satenya udah abis, kerupuknya masih nambah terus. Makannya sambil dicolek ke bumbu satenya, wuih.. sedep.

Oh ya, bumbu satenya saja sedap, apalagi satenya ya, haha! Itu sate ayam, empuk dan berasa bumbunya. Engga sepo dan disajikan matang (kadang kan ada tuh, yang masih agak kemerahan dagingnya). Tersedia sate daging, sate daging-kulit, sate kulit dan sate jerohan. Sayang, hanya pilihan sate hati dan ampela saja, engga ada telor muda (yeah, telor muda adanya cuma di Sate Ratna saja). Andaikata ada, wah.. lebih manteb lagi, deh!

Share

Post to Twitter