Situs Grobogan (Mojowarno/ Jombang); 6 Batu Umpak Raksasa Arisan Ditepi Sawah

Tidak ada rencana untuk mendatangi Situs Grobogan ini. Namun, diperjalanan pulang dari Tulungagung, nampaklah papan petunjuk berwarna coklat (eh, warnanya coklat/ karena karat yah?) dengan tulisan “Situs Grobogan” dan “Yoni Gambar” didaerah Mojoagung-Jombang. Spontan, kita belok saja. Tujuanku sih, mencari si Yoni Gambar yang juga dikenal sebagai Yoni Sedah itu.

Pake modal tanya kesana kemari, eh.. si Situs Grobogan-lah yang bisa kita temukan dahulu karena lokasinya lebih dekat dari jalan raya. Hanya dengan 2x tanya saja, kita sudah berada pada jalan yang benar *halah, istilahnya rek!* menuju ke situs tersebut.

Tidak ada imajinasi dan gambaran apapun mengenai apa dan bagaimana bentuk Situs Grobogan, apalagi didaerah tersebut minim akses signal. Jadi ga bisa browsing, deh..

Tak lama, kita menyusuri tepian sawah dan perkebunan dan melihat ada tumpukan bata merah:

Lha, karena di Jawa Timur tuh candi-candinya pake bahan baku bata merah, aku sempat menduga tumpukan itulah situsnya, haha! Padahal setelah didatangi, ternyata itu adalah tumpukan bata yang akan dipakai untuk membuat pembatas kebun (wealah!).

Jadi, kita cegat seorang bapak yang sepertinya sedang dalam perjalanan pulang ke rumah setelah bertani. Dia nampak ketakutan, dicegat siang bolong ditepi sawah sepi (eh, seharusnya kan aku yah, yang ketakutan?!). Dari dialah kita tahu bahwa Situs Grobogan jaraknya sekitar 100-150an meter dari tumpukan bata tadi.

Jadi, kita lanjutkan perjalanan dan ga nampak apapun kecuali sawah, sawah dan sawah. Harapan untuk bertemu sebuah situs yang besar pupus, hihi. Eh, beneran deh. Setelah 150an meter, mulailah ada bangunan mencurigakan dengan tulisan2:

Aku ga perhatiin lain-lainnya. Pandanganku tertuju pada papan itu dan berusaha membaca tulisannya:

Wah, beneran! Inilah si Situs Grobogan itu! Alamat lengkapnya ya seperti yang tertulis sangat jelas pada papan: Dusun Sukorejo, Desa Grobogan, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang.

Jadi, 6 batu umpak inilah yang disebut sebagai “Situs Grobogan”:

batu umpak:

batu yg dijadikan alas tiang; batu sendi; (arti) (taken from here).

Tempatnya ditepi sebuah sawah yang juga bertetangga dengan tanaman tebu yang sedang mengembang indah:

Untuk mendekat ke batu-batu umpak itu, kita kudu melewati parit kecil. ada jembatan dari kayu yang bisa digunakan. Aman sih, karena ada 2 kayu dengan batang yang lumayan besar, yang menjadi penyangga. Ga pake lama, aku sudah berhasil menyeberang dan mendekat ke batu umpak. Yang pertama yang aku datangi adalah batu umpak yang sendirian, ditepi sawah:

Batu ini dibentuk. Ada ukiran sederhananya. Dan tingginya ternyata lumayan: sepinggangku! Jadi, kira-kira 75-an cm deh. Dan dia tidak sendirian. Ada 5 kawannya yang lain, yang telah diamankan didalam sebuah bidang yang diberi pagar kayu berwarna putih:

Bisa dibuka kok, pagar putihnya. Jadi, aku bisa masuk dan mengelus-elus batu umpak cantik itu. Didalam pagar, nampak ada 1 space yang jelas-jelas muat untuk 1 buah umpak lagi:

Pasti, seharusnya tempat itu untuk umpak yang sendirian diluar pagar itu. Tapi mungkin si umpak yang satu itu susah dipindahkan, hehe. Jadinya, dia dibiarkan sendirian.

Entah, itu batu dulunya untuk apa. Kata seorang kenalan, batu-batu ini dulunya mungkin adalah umpak dari sebuah pendopo. Bisa jadi, sih. Dan bayangkan saja seberapa pendoponya, dengan batu umpak sebesar itu.

Mengagumkan (terlebih lagi saat imajinasi memenuhi otak ketika bertemu dengan bebatuan indah itu).

Lalu, perjalanan diteruskan untuk mencari Yoni Sedah/ Yoni Gambar yang ciamik ituuu.. *mata berbinar*, hihi!

Share

Post to Twitter