Po Kang (Kediri); Legendaris, Tapi Sekarang Kurang Laris (?)

Ini dia depot langganan Opaku di jaman bahula. Kenanganku saat terakhir makan ditempat ini dibeberapa tahun yang lalu, ga bikin aku pengen balik (I’ll tell you why). Tapi karena bosan makan di Depot Wilis yang jejeran dengan tempat ini (plus KFC dan bebek goreng yang parkirannya penuh), akhirnya kita makan ditempat ini deh.

Po Kang, namanya. Alamatnya di Jalan Panglima Sudirman (tepat diseberang Ramayana Kediri), Kediri.

Yang aku suka dari tempat ini adalah: terang benderang!

Bangunannya tua dan sepertinya belum selesai (sejak bertahun-tahun lampau!). Dapur tempatnya masak diletakkan didepan dan terbuka, jadi siapapun bisa melihat kesibukan para koki menyediakan masakan sesuai pesanan.

Aku pesan kolokee dan nasi putih saja, sih:

Kolokeenya, hmm.. kurang cocok untuk lidahku (inilah alasannya aku kurang berminat kembali kesini). Ayamnya dibalut dengan tepung tebal yang lembek sekali, disiram dengan saus asam manis dengan beberapa bawang merah, timun, wortel dan lombok merah besar.

Minumannya? Hehe! Aku pesan es sirup (duh, makanan minumanku kok serba manis semua yah). Di imajinasiku, akan muncul es sirup berwarna pink/ merah, lah. Eh, yang muncul es sirup ijo, jejeran dengan es jeruk manis pesanan Mami, haha:

Ga apa sih, unik malahan. Jarang-jarang ada tempat makan yang es sirupnya ijo gini. Sayang, aku juga kurang cocok dengan rasa sirupnya, ihik.

Secara keseluruhan aku bilang, ga ada yang salah dengan tempat ini (kali ya?), tapi emang ga cocok dengan lidahku. Tapi Po Kang yang sekarang juga engga seramai yang dahulu. Dulu, susah bener cari tempat untuk duduk didalamya, sekarang hanya disediakan 5 meja saja dan kursi-kursinya lebih sering kosong daripada terisi..

Share

Post to Twitter