Es Pleret (Blitar); Minuman Khas Blitar yang Ngangeni!

Hehe, ada ‘kegaduhan’ di FB pribadi dan page laurentiadewi.com beberapa waktu yang lalu, gara-gara yang satu ini: es pleret!

Mungkin banyak yang sudah tahu dengan minuman yang satu ini, namun kawanku banyak yang belum kenalan (bahkan baru mendengar namanya ketika foto-foto ini aku upload ke FB). Jadi, mari kita kenalan dahulu dengan si pleret ini:

Es pleret ini sendiri diambil dari nama sesepuh Blitar yakni Kyai Pleret (taken from here).

Beruntung, si Mami lihat ada penjualnya sedang berjualan dipinggir jalan, dalam perjalanan menuju Candi Panataran. Jadi, kita putar balik, menghampiri penjual es pleret itu:

Penjualnya pakai sepeda motor yang bagian belakangnya di modifikasi sehingga bisa membawa tempat jualan pleretnya (dan oayung gede yang colorful!!). Di atas sepeda motor itu pula, si penjual kemudian meracik es pleret pesanan kita.

Bahannya cukup banyak. Ada santan cair, dawet/ cendol hijau (kata Mami aslinya sih ga pake dawet/ cendol hijau begini), agar-agar (yang kebetulan dibentuk serutan dengan warna pink stabilo *ihik, pasti pake zat pewarna ga jelas*), gula merah cair dan tentu saja si pleret sendiri, juga es batu! Hehe..

Pleretnya sendiri unik: berbentuk kubus kosong (keren.. gimana cara bikinnya, coba?) dan ada rasa gurih samar:

Warnanya macam-macam, tapi demi mengurangi efek tidak jelas dari zat pewarna ajaibnya, aku request hanya mau pleret putih diminumanku, haha! Dan si penjual kemudian langsung meraciknya:

Rasanya? Ya seperti es dawet! Hehe, tapi ada agar-agar dan pleret gurihnya itu. Enak? Seger sih, menurutku:

Santannya cair, engga bikin eneg. Dan walau sanitasinya maha ga jelas, gelasnya ga dicuci pake sabun, warna-warnanya stabilo banget, tapi thanks God neh, badanku masih bisa mengatasi racunnya sehingga tidak diare/ sakit perut, setelah mengkonsumsinya, haha!

Minuman ini banyak aku temukan dalam perjalanan dari Makam Bung Karno ke Candi Panataran, Blitar. Beberapa situs di internet menyebutkan, minuman ini juga banyak dijajakan di alun-alun kota Blitar.

Share

Post to Twitter