Kompleks Candi Panataran – 6 (Blitar); Candi Angka Tahun/ Brawijaya/ Ganesha

Candi ini banyak nama aliasnya, yah! Wekekekek..

Resminya sih, namanya adalah Candi Angka Tahun..

Candi Angka Tahun

Candi Angka Tahun berangka tahun 1291 Saka atau 1369 Masehi. Masyarakat Jawa Timur lebih mengenalnya dengan nama Candi Brawijaya yang merupakan bangunan yang paling dikenal dalam kompleks Candi Penataran dan juga digunakan sebagai lambang kodam V Brawijaya. Terkadang ada juga yang menyebutnya Candi Ganesha karena didalam bilik candinya terdapat sebuah arca Ganesha.

Lokasi candi berada di sebelah tenggara bangunan pendopo teras dalam jarak sekitar 20 meter. Pintu masuk candi terletak di bagian barat, pipi tangganya berakhir pada bentuk ukel besar dengan hiasan tumpal yang berupa bunga-bungaan dalam susunan segitiga sama kaki. Bagian dalam relung candi terdapat sebuah arca Ganesha dari batu dalam posisi duduk di atas padmasana. Pada bagian atas bilik candi pada batu penutup cungkup terdapat relief Surya Majapahit yakni lingkaran yang dikelilingi oleh jurai pancaran sinar yang berupa garis-garis lurus dalam susunan beberapa segitiga sama kaki. Relief Surya Majapahit juga ditemukan di beberapa candi yang lain di Jawa Timur ini dalam variasi yang sedikit berbeda sebagai lambang kerajaan.

Candi Angka Tahun seperti umumnya bangunan-bangunan candi lain, terdiri dari bagian-bagian yang disebut kaki candi yaitu bagian candi yang bawah, kemudian tubuh candi, terdapat bilik atau kamar candi (garbagriha) dan kemudian mastaka atau kemuncak bangunan yang berbentuk kubus.

Pada bagian mahkota terdapat hiasan yang raya dan pada masing-masing dinding tubuh candi terdapat relung-relung atau ceruk yang berupa pintu semu yang di bagian atasnya terdapat kepala raksasa kala yang rupanya menakutkan. Kepala makhluk seperti ini disebut kepala kala yang di Jawa Timur sering disebut Banaspati yang berarti raja hutan. Penempatan kepala kala di atas relung candi dimaksudkan untuk menakut-nakuti roh jahat agar tidak berani masuk komplek percandian.

Sementara itu pada sekeliling bangunan ini terdapat sisa-sisa tembok bata yang tinggal bagian dasarnya dengan pintu masuk di sisi barat laut.

Bangunan-bangunan di halaman pertama ini seluruhnya terbuat dari batu andesit. Kecuali dua buah pondasi dari bata berdenah persegi panjang, terletak di sebelah timur laut candi angka tahun ini. Di sebelah kiri candi angka tahun terdapat arca wanita yang ditafsirkan sebagai arca perwujudan Gayatri Rajapatni (taken from here).

Dan kalo disebut sebagai Candi Angka Tahun, pastinya karena ada angka tahun yang terukir pada candi, kan? Nah, inilah angka tahunnya:

Angka tahunnya mudah ditemukan karena tepat diatas pintu masuk kedalam candi. Ukirannya pun cenderung dalam sehingga hingga sekarang masih bisa dibaca dengan jelas.

Namun karena ada Ganesha didalam bilik candi, maka ada beberapa orang yang menyebutnya sebagai Candi Ganesha:

Ganeshanya memang sudah engga sempurna karena detail wajahnya sudah mulai hilang, namun fisiknya masih relatif utuh. Terbuat dari batu yang kemerahan, Ganesha ini pendek saja. Tingginya hanya sedikit lebih tinggi dari pangkal pahaku, menghadap keluar candi *ya iyalah*, hehe.

Lha kalo asal usul nama Candi Brawijaya? Hehehe.. Ternyata karena inilah candi yang digunakan sebagai logo dari Komando Daerah Militer V/Brawijaya:

Kodam V/Brawijaya merupakan Komando Kewilayahan Pertahanan Provinsi Jawa Timur.

Berdasarkan keputusan Menteri Pertahanan RI nomor : A/532/48 tanggal 25 Oktober 1948, dari ketiga Divisi yaitu Divisi V / Ronggolawe, Divisi VI / Narotama dan Divisi VII / Suropati, dibentuk menjadi TNI Divisi I Jawa Timur. Adapun peresmian TNI Divisi Jawa Timur ini dilaksanakan di Lapangan Kuwak Kediri dengan Inspektur Upacara Panglima Tentara Teritorium Jawa, Kolonel A.H. Nasution.[rujukan?]==== Penetapan sebutan Brawijaya ==== Pada tanggal 17 Desember 1951, bertepatan dengan hari ulang tahun Divisi I Jawa Timur yang ke-3 diresmikanlah sebutan Divisi I Brawijaya, sebagai pengganti Divisi Jawa Timur. Nama Brawijaya adalah suatu dinasti masa kerajaan Majapahit yang telah berhasil mempersatukan wilayah nusantara dan menjadikan Majapahit sebagai kerajaan yang mampu mencapai kejayaan yang gemilang. Awalan Bra atau Bhre pada nama Brawijaya, mengandung arti Agung, suatu gelar kehormatan yang diberikan kepada seorang pemuda ksatria, pendiri (negara) kerajaan Majapahit bernama Wijaya.

Penokohan Brawijaya bagi TNI Divisi I Jawa Timur, tiada lain adalah agar sifat-sifat kepemimpinan, keperwiraan dan keprajuritan yang dimiliki dan telah dibuktikan oleh wijaya dapat memberikan inspirasi dan motivasi kepada prajurit Divisi I Jawa Timur dalam rangka menunaikan tugas pengabdiannya terhadap bangsa dan negara Indonesia (taken from here).

Dan dikanan kiri pintu Candi Angka Tahun/ Brawijaya/ Ganesha, terdapat arca yang berdiri menemani:

Susah bayanginnya? Monggo, lihat foto yang ini:

Dan arca yang disebelah kiri, diyakini sebagai perwujudan dari Gayatri Rajapadmi, istri Raden Wijaya, Ibu dari Tribuana Tunggadewi, nenek dari Hayam Wuruk yang ternama itu. Entah, siapa yang digambarkan pada arca yang kanan, namun menurutku.. secara awam keduanya nampak sama, hanya beda posisi tangan saja *eh, correct me, please!*.

Candi Angka Tahun/ Brawijaya/ Ganesha ini sendiri menurutku cantik, deh! Kala yang diukir diatas pintu masuk masih menyeringai dengan begitu seramnya dan utuh, hampir tanpa cacat:

Dan inilah foto atapnya dari bagian dalam:

Tidak ada gambar Batara Surya, namun ada logo kerajaan Majapahit-nya! Ooh, Majapahit.. kerajaan yang benar-benar luar biasa!

Hyuuuk, dibaca page lainnya:

  • Kompleks Candi Panataran – 1 (Blitar); Duh, Wow Banget Deh!
  • Kompleks Candi Panataran – 2 (Blitar); Halaman Depan
  • Kompleks Candi Panataran – 3 (Blitar); Bale Agung
  • Kompleks Candi Panataran – 4 (Blitar); Pendopo Teras
  • Kompleks Candi Panataran – 5 (Blitar); Halaman Tengah
  • Kompleks Candi Panataran – 6 (Blitar); Candi Angka Tahun/ Brawijaya/ Ganesha
  • Kompleks Candi Panataran – 7 (Blitar); Candi Naga
  • Kompleks Candi Panataran – 8 (Blitar); Prasasti Palah
  • Kompleks Candi Panataran – 9 (Blitar); Reruntuhan Puncak Candi(?)
  • Kompleks Candi Panataran – 10 (Blitar); Candi Utama!
  • Kompleks Candi Panataran – 11 (Blitar); Kolam Sumber Air
Share

Post to Twitter