Kompleks Candi Panataran – 7 (Blitar); Candi Naga

Dan inilah alasan utamaku mendatangi Candi Panataran: Candi Naga!

Pada bagian dalam halaman tengah ini terdapat Candi Naga yang hanya tersisa bagian kaki dan badan dengan ukuran lebar 4,83 meter, panjang 6,57 meter dan tinggi 4,70 meter.

Nama Candi Naga digunakan untuk menamakan bangunan ini karena sekeliling tubuh candi dililit naga dan disangga tokoh-tokoh berbusana raya seperti raja sebanyak sembilan buah, masing-masing berada di sudut-sudut bangunan, bagian tengah ketiga dinding dan di sebekah kiri dan kanan pintu masuk.

Para Batara ini menggambarkan sosok makhluk kahyangan, yaitu para dewa dilihat berdasarkan dari ciri busana raya dan perhiasan mewah yang dikenakannya. Salah satu tangannya memegang genta (lonceng upacara) dan tangan yang lainnya menopang tubuh naga yang melingkar di bagian atas bangunan dalam keadaan berdiri dan menjadi pilaster bangunan.

Masing-masing dinding tubuh candi dihiasi dengan relief-relief buatan yang disebut dengan motif medalion. Pintu masuk candi terletak di barat laut dengan pipi tangga berhiaskan tumpal dengan ukuran lebar 4,83 meter, panjang 6,57 meter dan tinggi 4,70 meter.

Di depan telah disampaikan bahwa gambar naga di sangga 9 orang ini mengisyaratkan sebuah candrasengkala ”Naga muluk sinangga jalma” yang berarti angka tahun 1208 Saka atau 1286 M dimasa pemerintahan Kertanegara (taken from here).

Kenapa aku demikian tertarik dengan candi kecil ini (yang kalo dibandingkan dengan candi utamanya Panataran, jelas kalah ukuran, juga kalah rumit detail hiasannya)?

Karena 2012 ini tahun naga *gubraaagh*. Eh, tapi beneran deh! Dan aku melihat foto Candi Naga ini pada awal tahun dan kemudian mendownloadnya, lalu aku post di group pecinta candi sambil bilang “Mari ke Candi Naga pada tahun naga”. Dan akhirnya, keturutan.. *bahagiyah*, hahaha!

Alasan kedua (hah, banyak bener alasanmu, Wi?) adalah karena katanya inilah satu-satunya candi yang dililit naga (walau setelah ke Candi Panataran, ternyata hampir semua bangunannya dililit naga)!

Dannnn…………….. kecantikannya, adalah alasan ke tiga!!!

Ooh, lihat saja betapa elok ukiran Candi Naga ini:

Ada 9 raja/ Batara yang membawa genta tampak ‘menyokong’ lilitan naga pada Candi Naga dan detail ukirnya begitu memukau:

Disetiap bagian bawah kaki raja, ada hiasan berukir yang berbeda-benda bentuknya:

See? Cantiiik, molek.. dengan detail menawan, duh! Apalagi kehadiran 9 raja ini bukan tanpa maksud, melainkan sebagai simbol akan Candrasengkala/ ”Naga muluk sinangga jalma” yang berarti angka tahun 1208 Saka atau 1286 M dimasa pemerintahan Kertanegara. Wuih! Sebuah cara yang anggun dan berseni untuk menggambarkan sebuah simbol..

Candi ini, posisinya diantara Candi Angka Tahun dan Candi (Utama) Panataran:

Dan seperti candi-candi lainnya, ada sebuah (kok tumben ya, cuma satu aja) Dwarapala berdiri disebelah kanan Candi Naga (kalo kita menghadap candi) dengan pentung yang siap diayunkan, hehe..

Oh, Dwarapala yang kesepian.. aku titipkan Candi Naga yang molek ini kepadamu, ya. Jagalah, hingga nanti tiba saatmu istirahat..

Hyuuuk, dibaca page lainnya:

  • Kompleks Candi Panataran – 1 (Blitar); Duh, Wow Banget Deh!
  • Kompleks Candi Panataran – 2 (Blitar); Halaman Depan
  • Kompleks Candi Panataran – 3 (Blitar); Bale Agung
  • Kompleks Candi Panataran – 4 (Blitar); Pendopo Teras
  • Kompleks Candi Panataran – 5 (Blitar); Halaman Tengah
  • Kompleks Candi Panataran – 6 (Blitar); Candi Angka Tahun/ Brawijaya/ Ganesha
  • Kompleks Candi Panataran – 7 (Blitar); Candi Naga
  • Kompleks Candi Panataran – 8 (Blitar); Prasasti Palah
  • Kompleks Candi Panataran – 9 (Blitar); Reruntuhan Puncak Candi(?)
  • Kompleks Candi Panataran – 10 (Blitar); Candi Utama!
  • Kompleks Candi Panataran – 11 (Blitar); Kolam Sumber Air
Share

Post to Twitter