Dentist, Here I Come!

Gigi berlubang bisa menjadi pangkal penyakit.  Lubang pada gigi merupakan tempat jutaan bakteri. Jika bakteri masuk ke dalam pembuluh darah bisa menyebar ke organ tubuh lainnya dan menimbulkan infeksi, seperti masalah sistem pernafasan, otak dan jantung,” kata dokter gigi Tri Erri Astoeti, M. Kes. dalam acara peluncuran Pepsodent Pencegah Gigi Berlubang di Laboratorium Kedokteran Gigi, TNI AL, Jakarta, Rabu 5 Agustus.

Hal serupa pernah aku baca di blog seorang kawan. Hanya karena membiarkan giginya berlubang, dia terkena infeksi jantung dan harus mengalami pengobatan panjang yang melelahkan dan tentu juga lebih menguras uang daripada sekedar ke dentist untuk tambal gigi.

Untuk itulah aku agak perhatian soal gigi. FYI, karena pada jaman-jaman SMP-SMA aku kurang perhatikan kesehatan gigi, saat ini hampir semua gigiku bermasalah dan ‘tidak utuh’. Kemarin saja, menurut catatan dokter.. sudah ada 4 gigi dicabut. Aku sudah implant gigi dan entah berapa lagi yang sudah pernah di bor dan tambal. Parah.

Dan kemarin, aku ‘mengunjungi’ dokter gigiku lagi.  Eh, ternyata ada gigiku yang lubang loh! Dan aku ga tahu. Letaknya dibagian dalam dan susah dijangkau.

Tapi sebenarnya, itu bukan alasanku untuk ke dentist. Alasan utamanya adalah untuk ‘menumpulkan’ gigi taringku :

Ya beginilah nasib sebagai one of the Cullens *gubragh!*. 2 tahun lalu, gigi taring sebelah kiri juga ‘ditumpulkan’ karena terlalu tajam dan nampak panjang diantara gigi2 lainnya. Tahun ini, setelah mempertimbangkan dengan cukup matang, gigi taring kananku akhirnya juga ‘ditumpulkan’ karena terlalu tajam hingga sering melukai diri sendiri *sigh*.

Memang sih, bagaimanapun mendebarkan. Tapi sensasi lega setelah semua pemeriksaan dan tindakan ini itu selesai, mengalahkan segalanya!

Dan perlu diinformasikan, sekarang.. kalo abis tambal gigi, bisa langsung makan loh. Cabut gigi juga tidak sakit deh. Hey, aku 4x cabut gigi dan setiap kali setelahnya aku bisa langsung ke mall / pasar bunga (suerrrr.. ga bohong neh!) ama haha hihi dan sesekali kumur.

Cuma dua yang aku takutkan (-_-!!), hmm.. implant gigi (karena it’s reallly hurt terutama saat suntikan bius disuntikkan digusi depan) dan.. kawat gigi! ‘Sialnya’, dentistku menyarankan aku pake kawat gigi untuk 1,5 tahun *jreng jreng*, huhuhu (sudah ada surat pengantar untuk foto panoramic di tas-ku, neh).

Bentar ya Doc, ngumpulin keberanian dulu. Hiks T_T, wekekekk.. :p.

Share

Post to Twitter