Soto Ayam Kenari (Surabaya); Rasanya Khas, Unik..

Sudah berkali-kali nama ini direkomendasikan tapi tiap kali ke arah sana, aku lihat pengunjungnya berjubel, hilanglah minatku (bayangin aja siang-siang makan soto panas berdesak-desakan di depot yang kecil, tanpa AC *ya iyalah*, tanpa kipas angin, wew..).

Eeeh, malah pada saat ga kepikir blas untuk ga makan disana, datanglah saatnya aku berjodoh dengan tempat ini.

Ceritanya, waktu itu Pak Kris Budiman, sang penulis tenar itu *uhuuui*, datang ke Surabaya. Nah, aku bersama Putri Aisyiah menjadi tour guide dadakan, deh. Setelah berkeliling kesana kemari, mendatangi dua klenteng tua dan Istana Relik, tibalah saatnya makan siang semi sore (lha wong sudah jam 3pm, waktu itu.. haha!).

Rencana awalnya nih, Pak Kris Budiman akan aku ajak makan di Tambak Bayan. Tapi, eeeh.. kok tutup. Plan B digelar. Munculah ide untuk makan di Sate Klopo Ondomohen. Baru saja mobil mengarah kesana, tiba-tiba si Putri punya ide untuk makan di Soto Ayam Kenari, Jalan Simpang Dukuh 14, Surabaya ini!

Dan gayung pun bersambut, karena aku penasaran, wakakakak.. :

Passs.. kebetulan sepi! Kan bukan jam makan, jadi.. engga bejubel. Walaupun begitu, ternyata dibagian dalam ada sekitar 10 orang lagi makan, loh:

Dan ga pake lama, aku langsung memesan makan siang (semi sore) kita, wekekekek:

Penjualnya hebat. Ga pake catat, dia langsung racik (padahal gayanya cuek banget, engga sekalipun dia menoleh ke aku!), ga ada yang bantuin dan ga salah, pulaaa.. *bravo!*. Ga sampe 10 menit, piring-preing soto pesanan kita sudah hadir di meja:

Sotonya unik loh! Dari warnanya saja, sudah beda. Engga kuning gitu warna kuahnya, namun lebih cenderung putih keruh dan kecoklatan. Sotonya diberi potongan kentang rebus dan koyah yang lagi-lagi tidak berwarna kuning, namun juga kecoklatan dan sobekan daun seledri. Sambal, jeruk nipis dan kecap, disajikan di meja..

Rasanya? Wah, beda dengan soto kebanyakan. Yeah, ada yang bilang kalo soto dimana-mana rasanya sama, tapi yang ini agak berbeda. Kuahnya pun cenderung kental (pengaruh koya?) dan gurih, hohoho..

Minumnya? Memuaskan sizenya, haha! Lihat saja, gelasnya..

Enak, Wi? Yeah, bolehlah! Balik sana, Wi? Boleeeh.. (nampak sekali yah kalo aku dermawan, semuanya dijawab “boleh”, haha!)

Share

Post to Twitter