Sate Ayam Tretes (Pandaan); Sekalian Uji Nyali

Saat itu kita pas lagi iseng. Setelah dari Gresik, lha kok tenaga masih full, mata masih segar, bensin penuh dan semangat membara *halah*?! Maka kita lanjut ke Tretes, hoho..

Aku tanya dengan salah satu teman seperjalananku. Biasanya ngapain di Tretes? Kalau aku kan biasa nginap beramai-ramai dihotel Surya, lalu pergi makan malam di warung depan hotel. Nah, kalau dia.. ternyata ke Tretes hanya untuk makan sate! Dan satenya, bukan ditempat aku biasa makan. Tapi sate dipinggir kompleks makam pahlawan.

Ohooo.. malam-malam, makan sate, disebelah kompleks makam pahlawan? OK! Siapa takut :p.

Ternyata tempatnya cukup terang dan ramai. Saat kita tiba, sekitar pukul 8 malam, ada beberapa anak muda duduk beramai-ramai makan sate. Tidak ada kesan angker dan gelap walau tempat makan ini bersebelahan dengan kompleks makam pahlawan.

Pemiliknya, orang Madura. Dan mungkin mereka lelah sehingga malam itu agak kurang ramah. Tapi.. peduli amat? Dan mulailah kita memesan. 60 tusuk sate ayam, 10 tusuk sate kambing dan 4 lontong untuk 4 orang. Wekekekkk.. (kan perginya dengan werewolves :p).

Soal rasa.. hm, standard. Aku malah engga pernah bener2 nemu sate Tretes yang mantab (kecuali kalo sudah masuk mall :p) tapi minimal ditempat ini satenya dibuat dari daging yang engga ‘menginap’ berhari-hari di kulkas.

Aku pribadi lebih prefer makan ditempatku biasa makan (dibawah hotel Surya) atau di depot Mandarin. Nantilah reviewnya aku susulkan. Btw, ada yang berminat sekalian makan sate sambil uji nyali? Nih, latihan dulu pakai fotonya.. *hehe*

Share

Post to Twitter