Kaliandra / Yayasan Kaliandra Sejati (Pasuruan); I’m in LOVE!

Kemarin, saat jalanan diprediksi ramai karena puncak arus mudik, aku dan Mamiku malah nekad keluar kota. Tepatnya ke Pandaan. Dan karena masih siang, aku minta sekalian mampir ke Kaliandra. Sebuah tempat yang nama dan fotonya sering aku dengar dan lihat.

Dari foto-foto di FB kawan, ditambah hasil googling, rasanya aku suka tempat itu! Tapi aku tidak pernah benar-benar tahu seperti apakah Kaliandra ini, karena minimnya informasi tertulis yang bisa aku dapatkan via internet. Jadi, mampir deh.

Kita mengikuti papan petunjuk dijalan. Sederhananya, kita menuju ke safari II Prigen, lalu sebelum gerbang utama Safari (sesaat sebelum loket masuk), ada jalan ke arah kanan. Nah, kita belok ke kanan dan ikuti papan petunjuk arah menuju Kaliandra. Jaraknya tidak lebih 2km dari situ.

Tempatnya benar-benar digunung dan ‘terpencil’ tanpa tetangga (kecuali hewan2 di Safari, wakakk..). Suasananya sejuk, sedikit berkabut dan sunyi. Sesampainya di tempat yang kita yakini sebagai Kaliandra, kita dihadapkan dengan gerbang kecil yang hanya berpagar bambu tinggi. Mirip villa pribadi orang. Lah?!

Hampir saja kita pulang karena merasa ‘salah alamat’. Tapi seorang satpam keluar lalu menyapa ramah. Setelah menanyakan asal dan tujuan, dia membukakan pagar bambu, mempersilakan masuk dan mengisi form, kemudian mengantar kita ke kantornya (receptionist gitu deh) :

Tidak ada kesan resmi. Kita diterima disebuah teras yang ‘Jawa sekali’. Kita dijelaskan mengenai Yayasan Kaliandra Sejati yang ‘memiliki’ Kaliandra dan seluruh fasilitas serta program yang mereka miliki.

Secara garis besar, Kaliandra terdiri dari 2 kampung (istilah mereka untuk menyebut “area”), yaitu Hastinapura dan Bharatapura :

Tempat ini.. menyenangkan! I’ve told you, I’m in love with Kaliandra.  Apalagi aku sempat mengelilingi seluruh Bharatapura :

Hastinapura? Yeah, kita memang tidak sempat ke kampung Hastinapura, tapi menurut informasi, Hastinapura jauh lebih bagus dari Bharatapura.

Trus, mau ngapain aja ditengah hutan gitu? Tenang! Yayasan Kaliandra Sejati telah memikirkannya untuk kita *halah*, wekekekk..

Mereka mempunya beberapa kegiatan : program pendidikan untuk pelajar (pengenalan tanaman herbal dan organik), pendidikan lingkungan hidup (mengenal alam dan mencegah kerusakannya), pendidikan budaya (diajarkan bermain mainan tradisional, memainkan ludruk, sosiologi pedesaan, bermain didalam desa dan membuat batik) dan pelatihan kepemimpinan plus outbond. Lengkap!

Ada pula paket “Lereng Gunung Arjuna” yang mengajak kita berhalan melewati desa, ladang dan hutan (total perjalanan 4 jam), lalu tretes (2o menit), menuju air terjun, arca Buddha dan sumber air panas.

Ada juga paket “Jawa Tradisional” yang mengajak kita melewati hutan dan ladang dan menginap semalam dirumah asli penduduk lokal! Wah..

Paket “Jelajah Jawa Timur”, akan mengantarkan kita ke gunung Bromo, taman nasional, pantai dan beberapa petilasan kuno di Jawa Timur.

Paket “Jelajah Desa” mengajak untuk berkeliling di desa-desa sekitar Kaliandra. Paket “Desa dan Petilasan” adalah paket pendakian ringan yang melintasi hutan dan ladang pinus, dimana kita akan bisa berinteraksi (atau ikut serta bekerja dengan) para pengumpul getah pinus. 

Terakhir, paket “Indrokilo”. Kita akan diajak menuju sebuat situs ziarah untuk pelaku ilmu kebatinan yang lekat dengan aliran Kejawen (pepaduan animisme dan Hindu) sekaligus bertemu dengan Lutung Jawa! 

Kalau remuk setelah seharian mengikuti kegiatan mereka? Tenang.. ada juga spa! Oho.. spaaa, spaaa.. ditengah2 hutan dan diudara pegunungan! Whohooo.. (tenang, engga akan ada tarzan yang tau2 bakal nongol kok :p), cant hardly wait! Di brochure tertulis “Kami tawarkan 4 macam pijatan yang berbeda : tradisional, hot stones, rempah dan refleksiologi, ditengah-tengah suara gemericik air dan nyanyian malam kodok dan jangkrik”, wow..

Pikiran gundah? Wekekekekk.. ada yoga! Badan loyo? Ada aerobic class. Pengen renang? Ada pemandian didalam kompleks Kaliandra yang dibuat bergaya Majapahit. Api unggun? Bisa! Nah, lo.. wekekek :p.

Belum lagi Taman safari II – Prigen yang cuman sejauh 2 kilometer-an dari Kaliandra. Tentu sayang dilewatkan, lah. Tempat ini juga dekat dengan Bromo, taman nasional Purwosari, air terjun Putuk Truno, Tretes, dll.

Dan tahukah kalian bahwa Yayasan Kaliandra Sejati dimiliki oleh seorang Bapak yang tampaknya begitu dihormati (dan disayangi) pegawainya. Bapak ini sudah berusia 70an dan tidak memiliki anak istri, membangun Kaliandra dan menjadikannya berguna bagi local people didaerah sana *salut!*.

Selain membuka lapangan kerja, Yayasan Kalindra Sejati mendidik banyak penduduk lokal untuk bisa membaca dan berhitung, juga cara bercocok tanam yang lebih baik. Bahkan setiap sore anak-anak desa dikumpulkan untuk diajari bahasa Inggris. Intinya, Kaliandra bergerak dibidang sosial dan pendidikan, sejak tahun 1997. Hebat, Kaliandra! Lanjutkan! Hehe :p.

And yes, Kaliandra.. aku akan kembali! 

Share

Post to Twitter