Martabak/ Terang Bulan Holland (Surabaya); Errr..

Dasarnya manusia emang ga pernah puas. Udah nemu terang bulan yang yumm (read here).. eh, masih aja cari-cari yang lain. Termasuk aku (_ _!!). Karena dengan sadar dan sengaja, pada hari Sabtu lalu aku mendatangi kedai Terang Bulan dan Martabak Holland cabang Manyar, di Jalan Manyar 59C, Surabaya:

 

Dan siapa yang tidak kenal dengan Terang Bulan dan Martabak Holland ini?

Holland Martabak Terang Bulan asli Belinyu, pertama kali hadir di kota pahlawan, Surabaya, pada tanggal 1 Agustus 1987. Menghadirkan kuliner unik bagi masyarakat sekitar menjadikan Holland sebagai salah satu brand kue yang dikenal.

Berawal dari kaki lima, kini berlanjut dan terus melebarkan sayapnya hingga memiliki beberapa outlet. Dengan nama yang demikian dikenal di kalangan umum, membuat brand Holland mulai ditiru sebagian besar pedagang kaki lima. Oleh karena hal inilah kini Holland merubah citra menuju era baru sebagai badan usaha profesional, PT. Hollandmillenia Martabakindo (taken from here).

Kedainya biasa saja, malah cenderung ala kadarnya walau berada di bangunan permanen dan didandani khas Terang Bulan dan Martabak Holland: serba kuning! Dilengkapi dengan sticker bergabar aneka produk Terang Bulan dan Martabak Holland, juga banner promosi otak-otak (errr.. kok ga nyambung ya, haha!):

Aku. Demi foto.. blusukan sampe dibelakang ‘meja’ kuning yang tinggi itu:

Well, kondisinya ga bersih-bersih amat yak? Tapi ya sutralah! Kan loyangnya panas dan adonannya bersih (sambil bayangin kuman2 mati kepanasan, haha :p).

Aku pesan 2 macam terang bulan sekaligus. Terang bulan tipis dan tebal. Yang tipis, ya Cuma kulitnya aja.. gitu. Bentuknya ketika diloyang, seperti ini:

Nah, untuk yang tipis ini aku pesan topping keju doang. Dan matang lebih cepat daripada terang bulan tebalnya:

Untuk terang bulan yang tebal, aku pesan topping keju, juga terang bulan coklat dan kacang. Agak lama kemudian, terang bulan tebal pesananku diangkat dari loyang, diletakkan diatas telenan untuk diberi butter (errr, tapi dari warnanya sih lebih cocok disebut margarine karena sangat kuning), aneka topping dan susu kental manis.

Nah, saat terang bulan matang dan kemudian diangkat itulah aku langsung tepok jidat dan ‘meramal’ bahwa terang bulan ini bakalan mengecewakan. Jrenggg, ‘ramalan’ yang ga salah!

Entah aku ini berimajinasi, salah mengingat atau emang bener, tapi terang bulan Holland yang aku tahu, bentuknya tebal. Dan yang aku lihat kemarin, tipis. Tapi emang sih loyangnya gede (jadi, apakah secara volume sama, namun karena loyangnya lebar, maka adonannya yang matang jadi lebih tipis?). Aih.. entahlah!

Aku pribadi sih prefer terang bulan yang rada tebal. Tapi OK lah, mari ber-positive thinking. Terang Bulan dan Martabak Holland kan sudah ternama. Kemudian aku lihat bagaimana terang bulan pesananku diberi topping. Ga berlimpah ruwah, tapi ya sudahlah. Ingat, kita lagi berpositive thinking.. *duduk dalam posisi yoga*:

Dan ketika sampai dirumah dan membuka dos, hmm..

Ga ada aroma yang ‘gimana’, padahal slogan Terang Bulan dan Martabak Holland tuh, “Aromanya Beda Banget”. Beda gimana? Ga ada aroma apapun gini, wekekekek.. Tapi mungkin inilah yang mereka maksud: aromanya beda, karena ga beraroma, haha *peace*!

Dan ketika terang bulan versi tebalnya aku gigit, jrenggg.. asinnya makkkk @__@. Aduh, ga sanggup makannya deh:

Asinnya, bukan asin keju. Jadi, sepertinya si butter abal-abal itulah biang keroknya. Kalo yang versi kacang dan coklat sih masih OK, walau juga tetap terasa asin tapi ada manisnya coklat yang cukup mampu menetralisir rasa *halah*:

Masalahnya, harga terang bulan Holland itu mahal loh. Monggo di check:

Jadi, ketika udah pesan segitu banyak dan rasanya acak adut maha asin, ya kuciwaaa.. lah. Padahal dengan harga setengahnya saja, udah dapet deh seloyang terang bulan OK di Nollan.

Kalo terang bulan tipisnya? Well, kriuk sih.. tidak ada yang salah, tapi tetep lebih enak Nollan (ya?):

Yang ini, kulitnya agak lebih tebal sehingga memang lebih kriuk (lebih lama?), namun juga terasa terlalu keras buatku.

Ah, entah.. apakah kali ini aku lagi ga mood, lagi rewel, lidah lagi rusak, atau gimana yah? Tapi kawan2ku yang pergi bareng aku kemaren, juga ga menghabiskan potongan terang bulannya. Tapi Mamiku sih bilang, enak. Nah?

Jadi, enak/ engga, itu balik lagi ke soal selera deh.

Nah, bagi yang pengen Terang Bulan dan Martabak Holland tapi malas keluar, dial saja nomor sakti ini. Nanti, terang bulan pesanan akan diantar kerumah:

Dan cabang Terang Bulan dan Martabak Holland lainnya (selain di Manyar) ada di:

  • Jalan Akhmad Yani 219, Surabaya
  • Jalan Mayjend Sungkono, Surabaya
Share

Post to Twitter