RM. Acu-Aling (Surabaya); Mie Bagan, Suasana Rumahan

Akhir minggu lalu, seorang kawan mengajak pergi makan siang. Dengan berbekal petunjuk jalan ala kadarnya, berangkatlah kita. Pake nyasar pula, haha.. untung kita dijemput saat nyasar, karena sepertinya kita engga akan berhasil kesana kalau tidak dijemput karena tempat makan kita tidak memiliki papan nama! Bahkan benar-benar mirip seperti rumah biasa:

Aku saja sempat agak ragu untuk masuk, walau si penjemput dengan langkah ringan masuk begitu saja kedalam rumah, haha :p. Gimana gak, selain tanpa papan nama dan rumahan banget suasananya, di ruang tamunya berdiri kokoh meja sembahyangan Cina:

Bukan seram dengan meja sembahyangnya, tapi suasananya bener-bener rumahan nih! Sempat kuatir, jangan-jangan dikerjain. Maklum, sering jahilin orang sih, haha! Tapi setelah mengintip dibalik pintu masuk keruangan yang lebih dalam, aha.. suasana rumah makan mulai terasa:

Rupanya, itu adalah living room dari si pemilik rumah makan. Masih ada TV disana, juga beberapa kamar tidur (yang masih dipakai sebagai kamar tidur), bahkan si anak pemilik rumah makan sedang duduk tenang ditengah hiruk pikuk pelanggan, menikmati kisah di Bolang dari TV:

Dan kawanku, sudah duduk manis dengan kawan-kawan lainnya, memasan ini dan itu tanpa lagi melihat menu. Haiya, sudah langganan rupanya! Tapi aku sebagai pelanggan baru, tetap butuh lembar primbon (alias daftar menu), lah:

Tapi karena ini pengalaman pertama makan mie khas Bagan (Bagan siapi-api), aku agak asing dengan nama-nama pada daftar menu. Beruntunglah punya kawan-kawan pengertian dan gila makan, maka kita pesan hampir semua yang ada di menu! Hahaha..

Dimulai dengan Wantanmie babi. Best seller rumah makan  ini penampilannya mirip seperti mie Ujung Pandang yang biasa dijual di Surabaya, hanya saja mie-nya kecil. Diberi topping irisan daging babi manis yang berwarna kemerahan, sayur rebus dan bawang goreng plus kerupuk. Kuah kaldu yang harum dan bening disajikan terpisah:

Lalu, kita pesan menu andalannya yang hanya ada di akhir minggu saja: bihun kare!

Awalnya agak pesimis dengan menu yang satu ini karena aku kurang suka bihun dan kare, sedangkan yang satu ini menggabungkan keduanya *great*. Tapi setelah si bihun kare datang, lah?! Kok menggoda?

Sepertinya binunnya menggunakan jenis yang baik karena tidak benyek dan tetap kenyal. Diberi topping telur dan daging kerang, lalu disiram kuah kare. Dan bicara soal kuah karenya, nah.. ini dia yang diluar dugaan. Kuah karenya COCOK dilidah! Aku ga bisa gambarkan seberapa nikmatnya kuah kare ini, yang pasti.. dengan resmi aku nyatakan aku kecanduan bihun kare Bagan ini!

Menu andalan berikutnya yang juga hanya ada di akhir minggu adalah hamke, alias kerang goreng:

Kerang, dikupas lepas dari cangkang, dicampur dengan kocokan telur dan disajikan dengan saus.

Lalu, baikut teh:

Wow, bener-bener engga pelit baikut! Kuahnya bening dan tidak bau obat. Rasanya mantab sampai kuahnya diseruput habis oleh kita-kita, nyum nyuuum!

Masih ada lagi, nasi siobak, alias casiopeng:

Yang ini, biasa aja sih walau tetap nikmat :D. Dan yang satu ini, adalah nasi kare-nya:

Singkat kata, aku sekarang kecanduan Wantanmie dan mie kare-nya si Acu dan Aling ini, oh.. mamammia! Dan supaya kalian2 engga pake nyasar sana sini seperti aku, monggo dicatat baik-baik alamat: Jl. Dapuan Bendungan III/1, Surabaya (031 70002729).

Rumah makan ini hanya buka hingga sekitar jam 3pm dan ramai sekali oleh pelanggan-pelanggan setianya (walau tempatnya masuk gang). Sesaat setelah aku meninggalkan kursi, eh.. muncullah serombongan orang untuk makan, sampai harus antri tempat duduk. Ga heran sih, selain karena harganya yang bersahabat, rasanyapun nikmat! Highly recommended.

Tips: didekat RM. Acu-Aling, ada House of Sampoerna. Sebuah museum yang indah dan sangat aku rekomendasikan untuk (sekalian) dikunjungi. Buka daily, 9am to 10pm. 

Share

Post to Twitter