Warung Ipang (Surabaya); Hmm..

Tanggal 23 April kemarin, hari terakhir sale gede-gedean di ACE Hardware. Kebetulan, si Mami butuh beli skop air. Jadi, kita pun ke East Coast (pas ngetik ini lagi mikir, kenapa perginya ke East Coast ya, bukannya ke Galaxy Mall aja?).

Nah, setelah kita membeli skop air (dan sejibun barang ga penting lainnya *sigh*), terasalah bahwa perut minta diisi. Nah, benernya ada sebuah kedai sushi yang sangat menggoda. Namun si Mami mana bisa makan sushi *hauuu.. T__T*. Jadi, terpaksalah aku mencari tempat lain untuk makan.

Di lantai dasar East Coast, ada beberapa tempat makan yang sebenernya menarik. Ada Wok, Noodle House, AW, Es Teler 77, dll. Namun kebetulan aku dan Mami baru sehari sebelumnya makan di Noodle House. Dan minggu lalu, kita ke Es Teler 77. Maka, keduanya langsung kita ‘eliminasi’.

Maka pilihannya tinggal si Warung Ipang dan Wok. Nah, karena kita ini engga pernah ke Warung Ipang, maka dengan sangaja kita belok kesana dan mempelajari menunya:

Warung Ipang (Surabaya) Warung Ipang (Surabaya) Warung Ipang (Surabaya) Sekilas baca, sebenarnya tidak ada yang menarik dan sudah bersiap pindah ke Noodle House. Namun kalo kita ke Noodle House, bakalan engga ada yang baru yang bisa direview *uhuk!*, maka kita pun memaksakan diri masuk ke Warung Ipang yang interiornya sungguh mencolok dibandingkan tetangga-tetangganya:

Warung Ipang (Surabaya) Warung Ipang (Surabaya) Nah, kemudian.. kita ‘berkonsultasi’ dengan seorang yang membantu kita memesankan kita makanan. Dan dia menyarankanku untuk memesan iga panggang penyet. Dan aku menuruti sarannya:

  Warung Ipang (Surabaya)

Iganya datang diatas sbuah cobek dari gerabah, dilengkapi dengan aneka sayur buat lalapan. Sedangkan sambalnya, berada dibagian bawah, ditutupi sempurna oleh kehadiran iga panggang penyet yang sizenya cukup menawan.

Kesan pertama? Biasa saja, perasaan secara penampilan sih, iganya Bu Kris lebih menggoda. Namun, sungguh tidak adil jika hanya komen soal penampilan saja (soalnya kan ada pepatah, “don’t judge book by its cover”). Maka, si iga pun kemudian aku potong dengan sendok. Aih, empuk sekali!

Dagingnya koyak tanpa paksaan, lepas suka rela dari tulang. Jadi, sungguh bershabat dengan gigiku yang lagi pake kawat ini. Aku menambahkan sedikit kecap manis dan mencampurkannya dengan sambal, sehingga menurutku cita rasanya jadi lebih pas untuk lidahku. Kemudian, bahkan aku memesan kerupuk uyel sebagai pelengkap makan malamku (hm, haha.. orang2 bakalan susah percaya yah, kalo aku lagi pake kawat gigi, hihi!).Warung Ipang (Surabaya)

Menurutku, daging iganya dan si sambal engga terlalu special. Entah kenapa, aku tidak merasakan apa2 di lidah (mungkin karena efek kawat gigi?). Makanya, aku masih menambahkan kecap manis, dll. Itupun sebenarnya kurang ‘dapet’ rasanya, sehingga akhirnya aku memesan sambal pencit (yang gak kefoto!) untuk menambah cita rasa. Barulah kemudian, lidahku mampu mendeteksi rasa.

Sedangkan Mamiku, memesan ayam goreng lengkuas:

Warung Ipang (Surabaya) Ayamnya hadir dengan penampilan yang menurutku lebih menggoda dibandingkan si iga. Apalagi, sekilas si ayam mengingatkanku pada masakan ibu mess di kantor pertamaku dulu, hehe. Juga mengingatkanku pada makanan Mami di Kukus:

Warung Ipang (Surabaya)

Nah, si ayam hadir dibarengi dengan kecap bercampur sambal:

Warung Ipang (Surabaya)

Aku mencoba sambalnya, namun kurang cocok di lidah. Maka, si ayam menurutku prefer dimakan dengan kecap manis biasa. Dan kemudian, dimakan dengan sambal pencit oleh Mami, hihi.

Yeah, secara keseluruhan.. si Warung Ipang ini engga buruk2 amat, sih. Namun sepertinya aku kurang cocok dengan cita rasa makanannya. Engga ada ‘sesuatu’ yang membuatku akan kembali, khusus untuk iga/ ayamnya lah.  Apalagi jika pada kunjungan berikutnya aku disuruh memilih antara Warung Ipang, AW, Wok dan Noodle House di East Coast, jelas-jelas aku akan memilih untuk makan di Noodle House deh (Mami kan kudu makan sesuatu dengan nasi). Atau Wok. Dan pulang sambil membawa sekantong burger AW *lha? laper atau kerasukan, neh?*, haha!

Btw, jika Warung Ipang di cabang East Coast terlalu jauh untuk kalian-kalian yang penasaran dengan aneka makanan-minumannya, silakan pergi ke pusat Warung Ipang di Jalan Mayjend Sungkono, Surabaya. Untuk saat ini, ada promo Bandeng yang di discount 4000 rupiah dari harga aslinya, hehe.

Share

Post to Twitter