Dapur Coklat (Surabaya); Coklat Everywhere!

Sebenarnya sudah lama Dapur Coklat ‘mendarat’ di Surabaya dari kota kelahirannya di Jakarta sono. Sudah beberapa kali pula aku kesana tapi baru kemaren, bawa kamera *nyengir serigala rabies*, hweurhuhakuhaaaa.. Itupun lupa bawa memory card-nya *good job, Dewi!*. Jadi, sesampainya dirumah, kudu bongkar lemari cari kabel USB-nya camera, instal, transfer and.. tadaaa:

Fotonya muncul didepan kalian *proud*! Maklum, aku ini aselinya gaptek stadium 4B *no hope* :D.

OK, kembali ke Dapur Coklat. Aku pertama kali makan cakenya, hm.. 7 years ago! Saat lagi magang di Jakarta tercinta dan si Bapak Manager (yang aku sudah lupa namanya) ulang tahun, dikadoin bday cake dari Dapur Coklat.

Tapi nama Dapur Coklat sendiri sudah aku kenal jauh sebelum hari itu tiba, karena salah satu kawan di milis adalah marketing Dapur Coklat Jakarta. Dan kini, Dapur Coklat hadir di Surabaya, deket ama rumah pula! Waakakakk.. Tepatnya di Jl. Biliton 77-79, Surabaya.

Aku suka interior dan bangunannya, kawan:

Sekilas, bangunan kuno khas Belanda ini mengingatkan kota Bandung. Apalagi sesaat setelah masuk, kita langsung disambut ruangan bersuhu udara cukup dingin. Sepertinya memang sengaja dibuat begitu agar permen-permen coklat2 disana tidak pletat pletot meleleh.

Soalnya, dapur coklat menjual beberapa produk coklat yang tidak dimasukkan kedalam kulkas / lemari es, seperti pralines ini:

Mereka semua dijual per ons, namun engga harus 1 jenis kok. Pembeli bisa memilih coklat-coklat yang mereka mau. Ada yang terbuat dari bicuit oreo dan rhum, ada yang menggunakan almond, chocolate milk, dark chocolate, biscuits, fruits, hm.. yum! Tersedia juga kotak besi yang OK, kalau mau menyajikan coklat dengan istimewa. Juga box mika yang terjangkau harganya.

Nah, kalau cakes, semuanya tersedia didalam lemari es. Ada yang size besar, medium dan potongan:

Yang aku suka dari cake di Dapur Coklat adalah (tampaknya) mereka memajang semua stock di lemari es luar. Dan kalau kita datang sekitar jam 8pm dan mereka bilang habis, ya bener-bener habis. Besok paginya, mereka akan membuat cake baru. Dan sepertinya mereka mengupayakan agar (hampir) semua kue, dibuat baru, setiap hari.

Buatku, ini point penting, karena aku pernah mendapat kue BERJAMUR dari sebuah toko kue yang cukup punya nama, di Surabaya. Hmm!

Selain itu, rasa kuenya tidak terlalu manis. Beberapa kali membeli (dan mendapat) macam-macam cake Dapur Coklat, belum pernah aku temukan yang rasanya terlalu manis di lidahku (info: tapi lidahku ini lidah yang condong ke manis, daripada asin).

Aku juga melihat ada beberapa coklat yang dibentuk lucu, seperti sepatu, bebek, borgol, alat pertukangan. Hm, lucu pastinya!

 Dan ada juga dark chocolate kotak (seperti dadu dengan size sekitar 2cm x 2cm) yang diberi tusuk plastik. Nah, gunanya adalah sebagai perasa coklat pada hot milk. Caranya: panaskan susu sapi biasa (berwarna putih), lalu celupkan dadu coklat itu kedalam susu panas. Jadi deh, hot chocolate yummy!

Kalau mau minum hot / cold chocolate ditempat, juga bisa. Tersedia tempat untuk minum dan makan kue, kok: 

Harga kue disini juga lumayan terjangkau. Jadi, patutlah dipertimbangkan :).

Share

Post to Twitter