Hotel NEO Seminyak – Petitenget (Seminyak/ Bali); Kamar Nyaman!

Kali ini, aku pasrah saja dengan hotel yang kawanku pilihkan; mengingat dia pasti sudah mempertimbangkan ini dan itu untuk pernikahannya. Dan Hotel NEO Seminyak – Petitenget di Jalan Petitenget, Kerobokan, Kuta, Kabupaten Badung, Bali, yang dipilih:

Neo (21)

Pertimbangan kawanku memilih Hotel NEO Seminyak – Petitenget tentu saja lokasinya yang dekat dengan kediamannya di Umalas, selain itu Hotel NEO Seminyak – Petitenget terbilang hotel baru dan harganya pun masuk akal. Tapi ketika aku browsing mengenai hotel ini, ada beberapa poin yang mungkin juga bisa jadi pertimbangan kalian:

Why choose Hotel NEO Seminyak – Petitenget?
Bali’s newest hotel has 9 reasons for you to Try Something NEO!

  • Ideal location surrounded by Bali’s most popular restaurants & clubs – check out the attractions!
  • Unique Design – where eco friendly hotel meets stylish edge
  • 15 minutes to Umalas & Petitenget Beach
  • Budget rate but full set of amenities
  • Special Rates – starting from IDR 338,000 per night
  • Second Street! Restaurant On Site – perfect for a quick lunch before shopping and sight seeing
  • 24 HR Front Desk & Taxi Service Available!
  • International Quality – managed by Archipelago International – Indonesia’s preferred hotel chain
  • Best Price Guarantee
  • Free wifi Free WiFi in all hotel area including in the room (taken from here).

Well…… kalo mau dibilang lokasinya dekat dengan popular restaurants & clubs, emang sih dekat tapi engga bisa dijangkau dengan jalan kaki ya (kecuali emang niat olah raga, haha!).

FYI, aku ketinggalan dompet ketika ke Bali. Jadi, engga ada debit card, credit card, apalagi KTP hahahaha *ngakak ngenes* dan itu awal dari sekian masalah; mulai dari di airport sampai masalah check in. Nih hotel, di booking oleh nama & email kawanku, dengan informasi tambahan kalau yang akan menempati adalah si Laurentia Dewi. Nah, karena Laurentia Dewi engga ada ID card apapun plus engga bawa banyak uang cash, saat check in aku pake ID card orang lain plus kasih uang muka hanya 3/4 dari tagihan hotel.

Setelah masalah ID card bisa mereka terima, masalah duit jadi rada menyebalkan. Saat itu, aku datang kepagian dan memang hanya niat titip kopor, jadi.. aku kasih uang muka dan pergi dari hotel tuh dengan tanpa bawa kunci kamar loh. Receptionist pagi bilang, pelunasannya boleh aku lakukan 24 jam dari kedatanganku. OK, deal.

Nah saat malam, ketika aku datang & hendak minta kunci kamar, receptionist minta pelunasan. Well, aku memang sudah lama engga pake metode kuno dengan pembayaran cash ketika menginap di hotel, tapi bukannya receptionist pagi sudah sepakat bahwa aku boleh melunasi pembayarannya besok pagi? Jadi, walau saat itu aku ada duit cash, aku menolak membayar. Dan setelah pembicaraan rada alot, akhirnya kunci kamar aku pegang dan tidur nyenyak lah aku malam itu.

Yang seru, keesokan paginya ketika aku melakukan pelunasan, ada conversation menarik (note: semua angka hanyalah perumpamaan):

  • Receptionist (R): Ibu mau melunasi tagihan?
  • Aku (LD): Iya
  • R: Tagihan Ibu 2 juta dan sudah membayar 1,5 juta. Maka, kekurangan Ibu sebesar 500ribu
  • LD: Iya (sembari menyerahkan 500rb)
  • R: Saya terima pembayarannya ya. Dan Ibu dijadwalkan check out hari ini, jam 2pm
  • LD: Loh, saya kan booking untuk 4 hari
  • R: Loh, bukannya Ibu check out hari ini?
  • LD: Mbak, gini.. Total tagihan saya berapa?
  • R: 2 juta
  • LD: Semalam rate-nya berapa?
  • R: 500ribu
  • LD: Jadi seharusnya saya menginap berapa malam?
  • R: (ambil kalkulator dan menghitung lamaaa sekali) 4 malam ya?
  • LD: Ya ga tahu loh, harusnya berapa malam (pergi)

Neo (17)

Booooo, please deh ya! Semalam digentayangi pelunasan, pagi2 sebelum kita sarapan, tagihan dilunasi, eh.. pake diajak les matematika dulu. Come on! Note: foto diatas BUKAN foto receptionist yang bermasalah matematikanya ya..

Kemudian, aku seharian pergi dan baru balik tengah malam. Guess what? Kamarku engga bisa dibuka, hahahaha! Jadi, aku akhirnya mikir dong kalo aku ini beneran udah ‘didepak’ dari hotel ini, secara tadi pagi receptionistnya mikir kalo aku bakal check out per hari ini. Jadi, aku telepon ke Receptionist dan 15an menit kemudian kunci baru pun diantarkan. Orang udah cape banget, belum makan malam, badan gatal semua karena kotor dan berkeringat, ada conversation menarik lagi ketika perwakilan Receptionist jalan bersamaku ke kamar, untuk mencoba kunci baru:

  • Wakil Receptionist (WR): Ini Bu, kunci barunya. Saya antar ke kamar, ya?
  • Aku (LD): Iya (sembari jalan bersama si WR ke kamarku)
  • WR: Jadi begini Bu, kali lain kuncinya jangan didekatkan dengan HP karena nanti magnetnya akan reset bla bla bla
  • LD: Saya tidak taruh dekat HP (tuh kunci aku taruh di mobil & engga didekat HP)
  • WR: Iya Bu, makanya Ibu jangan taruh kuncinya didekat HP karena nanti jadinya bla bla bla
  • LD: (berhenti jalan) Pak, saya tidak taruh kunci didekat HP

Bro, saya masih bisa dengar dengan baik kok dan saya juga sudah jawab dengan benar dan jelas, kalau tuh kunci kamar engga ditaruh didekat HP. Mau dijelasin berapa kali sih atau minta aku pake bahasa apa? Ituloh udah tengah malam, kenapa sih engga disederhanakan? Tamu hotelmu ini sudah kecapean, untuk dengar penjelasan panjang lebar berulang-ulang *sigh*.

Kalau design hotel? Yeah, buatku sih biasa saja & aku engga sempat menjelajah. Jadi, walaupun katanya ada swimming pool, aku engga tahu dimana letaknya haha!

Neo (9)

Ini, penampilan lobby, juga receptionist:

Neo (29)Neo (29)Neo (27)

Nih hotel bangunannya bermasalah disana sini:

Neo (23)

Tapi untung saja kamarnya menyenangkan:

Neo (31)Neo (3)

Luas kamarnya tidak menyiksa, bersih dan mendapat cahaya dengan baik, dilengkapi dengan TV flat, kulkas, deposit box, kamar mandi dengan shower air panas dan dingin, lengkap dengan 2 botol air minum, sabun – shampoo – conditioner, plus 2 handuk besar, sabun cuci tangan, sikat gigi dan pasta giginya! Untuk harga yang aku bayarkan, OK banget nih. Bayangin, ada kulkas dan deposit box, juga peralatan mandi yang lengkap!

AC kamarnya berfungsi baik sehingga suhu kamarku cukup dingin untuk membuatku engga ngomel seharian haha :p. Oh, aku juga menikmati showernya yang mengalir lancar. Airnya langsung hangat/ dingin, sesuai dengan yang aku inginkan (tanpa menunggu lama!). Kasurnya pun bersih dan empuk. Seprai dan handuk tidak diganti tiap hari ya, tapi pernah suatu kali aku titip pesan ke Receptionist untuk minta ganti handuk & handuknya benar-benar diganti. Good job! Secara aku cuma ngomong sambil lalu *haha love and hate relationship dengan Receptionist nih*.

Di meja, ada mini bar dan perlengkapan ngopi/ ngeteh:

Neo (5)

Yang gratis, adalah yang tidak diberi sticker NEO, tapiii.. berhati-hatilah dengan si Aqua itu. Tuh Aqua engga ada stickernya, tapi engga free.. haha! Aku ‘kejebak’ tuh, tapi ga masalah sih (males ribut juga) :p.

Aku pesan kamar hotel, lengkap dengan fasilitas breakfast. Jadi, disinilah aku makan pagi selama di Bali:

Neo (20)Neo (28)Neo (10)

Menu yang dihadirkan tiap pagi, minim varian tapi OK lah untuk sekedar isi perut (bahkan aku suka dengan nasi goreng dan ayamnya tuh):

Neo (11)Neo (12)Neo (13)Neo (15)Neo (16)

Masakannya not bad (tapi ga rekomen untuk makan salad/ buah segarnya: penampilannya meragukan), sampai-sampai aku beberapa kali kepikir untuk makan di hotel ini (tapi akhirnya engga kesampaian). Untuk sarapan pagi, kalau mau minta telur (segala jenis penyajian), minta saja. Engga ada tulisan/ keterangan/ tempat khusus untuk mengolah telur tapi menu telur termasuk bagian dari paket sarapan kok (alias: free).

Share

Post to Twitter