Keracunan Makanan

Singkat cerita, baru-baru ini aku, Mami & beberapa kawan makan malam disebuah tempat makan dan.. 2 diantara kita, keracunan.

Gejala awalnya adalah sakit kepala, sekitar 30 menit setelah menyantap makanan dan gejala keracunan yang muncul berikutnya cenderung sama, tidak jauh-jauh dari muntah dan diare dengan frekuensi berbeda-beda. Pada Mamiku, bahkan didahului dengan rasa gatal sekujur badan, dari kulit kepala hingga telapak kaki, sebelum muntah dan diare berkepanjangan.

Karena sebelumnya sudah ada kawan yang muntah, maka aku tidak anggap enteng keluhan pada Mamiku. Jadi, kita pergikan Mami ke UGD dan benar saja, Mami didiagnosa keracunan makanan dan harus ke 2 UGD berbeda dan dirawat hingga jam 4am sebelum akhirnya opname 1 hari:

IMG_8976 copy

Ketika di UGD pun, Mami berkali-kali buang air besar. Mulai dari bentuk yang padat, lembek, hingga akhirnya berupa cairan saja. Saking seringnya, pada buang air terakhir, Mami sempat tidak bisa berdiri dan terpaksa dipapah 3 orang dan pakai kursi roda untuk kembali ke ranjang rawat.

Tidak hanya itu, Mami juga berkali-kali muntah, tapi yang keluar hanya sedikit dan berbentuk cairan. Hingga akhirnya, setelah muntahan ke 3-4, seorang dokter menekan perut Mami dan barulah semua yang diperut keluar.

Sangat melelahkan. Juga mengkhawatirkan, mengingat usia Mami sudah lanjut dan punya beberapa penyakit yang bisa bikin  hal sepele menjadi fatal. Apalagi dokter di UGD tidak ada yang memberi infus/ injeksi apapun untuk mengurangi frekuensi muntah dan diare sebelum akhirnya aku sign surat persetujuan untuk opname:

IMG_8975 copy

Karena kejadian ini, aku mau share ciri-ciri orang keracunan makanan & penanggulangannya, kepada kalian:

Keracunan makanan bisa terjadi karena kita mengkonsumsi jenis-jenis makanan yang sudah terkontaminasi dengan virus bakteri atau jamur, contohnya Enterotoksin stafilokokus yang terdapat dalam makanan yang sudah basi. Selain itu pada anak-anak balita sering juga dijumpai kasus keracunan Accidental Poisoning Merupakan jenis keracunan karena kecelakaan dan tanpa disengaja. Seperti kebiasaan anak-anak yang sering memasukkan benda-benda asing kedalam mulutnya.
Gejala-gejala keracunan makanan yang paling sering terjadi antara lain sebagai berikut :
  1. Pusing
  2. Nyeri dan kram perut, mual dan muntah
  3. Kemungkinan terjadi diare
  4. Berkeringat, kemungkinan adanya alergi pada kulit
  5. Hilang kesadaran atau tingkat kesadaran yang menurun
  6. Kemungkinan terjadi gangguan penglihatan dan kebingungan (linglung)
  7. Keluar cairan yang tidak normal dari dalam mulut dan sakit tenggorokan
  8. Lemas dan kelumpuhan/ hilang fungsi otot tubuh
  9. Kejang-kejang; ini merupakan salah satu ciri-ciri keracunan makanan yang parah
Jika anda atau keluarga anda mengalami beberapa tanda-tanda keracunan makanan seperti yang telah dijelaskan diatas, yang harus anda lakukan adalah:
  • Usahakan agar penderita memuntahkan makanan yang telah dimakan
  • Jaga jalan nafas agar terbuka
  • Bersihkan mulut dari sisa-sisa muntah dan air liur
  • Berikan air minum sebanyak-banyaknya.
  • Segeralah meminta pertolongan medis atau cepat-cepat bawa kerumah sakit karena sebagian keracunan (keracunan berat) harus mendapatkan pertolongan medis untuk menghindari dampak yang lebih buruk seperti dehidrasi, henti jantung dan kematian (taken from here).

Aku juga sudah kontak tempat makan yang makanannya membuat Mami (dan kawan lain) keracunan. Aku rasa hal ini perlu dilakukan, agar mereka melakukan pembenahan sehingga tidak ada korban lain:

Keracunan

Syukurnya, mereka menanggapi! Baca saja sendiri, message yang mereka kirimkan:

IMG_9050 copy

Hal serupa pun mereka sampaikan kepada kawanku yang juga keracunan.

Nama tempat makan yang makanannya membuat keracunan? Aku tidak akan buka identitasnya, karena percaya mereka benar-benar melakukan penyelidikan dan pembenahan. Bagaimana bisa aku percaya? Karena mereka tidak ‘menghilang’ dan berkorespondensi dengan baik.

Jarang, ada yang bisa menerima informasi buruk mengenai usaha mereka, memberi respon, bahkan bersedia bertanggung-jawab; seperti sebuah tempat makan lain yang aku tarik rekomendasinya per April kemarin (karena bikin kita semua diare, bahkan 1 diantara kita kemudian didiagnosa pre-typus).

Saat ini, Mami, juga kawan yang lain sehat. Mami dalam tahap pemulihan, tapi sudah mulai beraktifitas sejak kemarin. Dan semoga kalian semua juga sehat!

Selamat beraktifitas & makan siang, bagi yang tidak puasa.

Share

Post to Twitter