Menega Cafe (Bali); Tempat Makan Paling OK di Jimbaran *trust me*

Oh, whatta perfect ending! Setelah gosong di GWK, lalu jadi dendeng di Dreamland dan menyaksikan ulah monyet di Uluwatu, tujuan berikutnya adalah Jimbaran! Uhuy, saatnya makaaaaannnn.. sodara-sodara :D. Dan sejak sebelum berangkat ke Bali, semua teman merekomendasikan satu nama; Menega Cafe.

Menega (14)

Setibanya disana, cafe yang tepatnya terletak di Jalan Four Seasons Hotel, Muaya Beach, Jimbaran – Bali (Tel. 0361 – 705888 dan 08123933539) tampak paling mencolok. Saat dapur cafe lain belum mengeluarkan asap, dapur Menega Cafe sudah ramai dan mengepulkan asap pekat dari sabut kelapa yang mereka bakar untuk membakar aneka ikan dan udang, menebarkan aroma. Wow!

Menega (6)

Menega Cafe memang terkenal. Mendengar namanya, mungkin beberapa diantara kalian mengingat peristiwa beberapa tahun lalu, saat terjadi bom Bali ke 2. Menega Cafe adalah salah satu lokasi terjadinya peledakan bom bunuh diri di Jimbaran, selain Nyoman Cafe.

Namun, ternyata Menega Cafe tidak hanya dikenal karena kejadian itu. Kenikmatan seafood bakarnya disebut-sebut memiliki nilai diatas rata-rata penjual lainnya. Aku sendiri lumayan sering makan di Jimbaran, tapi ‘disembarangan’ tempat. Maka kali ini, walau harus antri dan susah payah hunting meja, dibela-belainlah. Penasaran, soalnya!

Sebuah perjuangan yang tidak sia-sia. Sesaat setelah mendapat meja (itupun karena kebaikan seorang pria yang bersedia berbagi meja dengan kita), aku segera antri untuk memilih seafood yang diinginkan.

Menega (2)Menega (3)Menega (13)

Tidak usah terlalu rewel memilih, karena seluruh seafood mentah yang disediakan semuanya dalam keadaan segar. Ingsang ikan masih merah dengan mata yang tidak ‘tenggelam’ menandakan bahwa ikan-ikan itu masih belum lama berpisah dengan laut :D.

Menega (12)

Begitupula dengan lobster, kerang, tiram, udang. Karena semuanya masih hidup (bahkan masih bergerak, sesaat sebelum diolah), sehingga mempunyai cita rasa manis dan segar, tanpa bau amis:

Menega (5)Menega (7) Menega (8) Menega (9) Menega (10) Menega (11)

Bingunglah aku, menentukan mau makan apa. Maka daripada setengah-setengah, aku pesan saja semuanya (kecuali lobster :p), hahaha! Semuanya dibakar, tapi si cumi.. aku minta digoreng tepung. Done. Saatnya kembali ke meja, memesan minuman dan menikmati sekeliling sambil menunggu makanan datang.

Aku sempat berjalan dengan telanjang kaki mengitari pantai. Pertamanya, agak takut ada pecahan peralatan makan yang akan melukai kaki, tapi ternyata mereka begitu menyadari bahwa kebersihan adalah salah satu faktor utama. Tidak ada sebijipun sampah, bungkus, daun, atau kotoran.. di pasir pantai, bahkan dibagian bawah meja.

Pemandangannya cukup bagus, loh:

Menega (22) Menega (23) Menega (24) Menega (25) Menega (26) Menega (32)

Cukup jauh berjalan, bahkan hingga hampir ketempat paling ujung, sebelum feeling mengatakan makanan sudah ready (dan aku harus cepat-cepat mengambil fotonya sebelum diserbu, haha.. ). Aaah, benar saja! Saat kembali, ternyata meja sudah dipenuhi makanan. Peeeenuh sekali, bahkan.. hahaha (lha wong semua dipesannn *grin*):

Dan untuk mereka-mereka yang (dulunya) satu pikiran denganku : bahwa pelayanan Menega lama, well, pikiran itu harus diedit. Ternyata, mereka engga pake lama loh.

Dan makanan itu ‘ditahan’ keutuhannya dengan susah payah oleh yang lain, agar aku bisa mengambil fotonya. Oooh, besarlah upah kalian di surga! Haha, jadi ketahuilah.. foto2 di halaman blog ini didapatkan dengan tetesan air liur 6 orang!

Menega (45) Menega (41) Menega (36) Menega (39) Menega (37) Menega (40)

Soal rasa? Ugh, ENAK, sodara2!!! Suuuungggguuuh! Mamiku yang biasanya tidak suka ikan, menikmati ikan bakar Menega yang lembut dan segar. Sambal-nya pas buat aku. Kerangnya, hmmm.. Tidak ada amis2nya sama sekali. Cuminya renyah dan udangnya manis. Ooh, heaven! Apalagi harganya ternyata engga semahal yang aku duga, mantab.. lah! Bener2 recommended place.

Kejelekan dari tempat ini hanya satu : cholessssterolll. Sesaat setelah makan dengan liar dan buas *halah*, aku merasa rada pusing (OMG, ini pertama kalinya aku sampe pusing karena mengkonsumsi seafood), tapi teknologi kedokteran dengan penemuan-penemuannya bisa mengatasi masalah ini dengan seketika, lah. Jadi? Bener2 engga ada alasan untuk tidak ke Denega Cafe!

Oh ya, disini kita otomatis mendapat nasi, ca kangkung (enak loh, segar dan renyah!), juga irisan buah segar dan kacang (sayang.. waktu aku kesana mereka lupa kasih kacangnya tapi pas bayar kita habisin tuh kacang yang dimeja kasir, haha!), tanpa dikenakan biaya tambahan:

Menega (1)

Oooh, Menega Cafe.. I’ll be back! PASTI. Hehehe :).

Share

Post to Twitter