Toko Keradjinanan (Makassar – Sulawesi Selatan); Tempat Beli Oleh-Oleh di Makassar

Setelah merasa semi kapok belanja di toko oleh-oleh di Tana Toraja, aku dihadapkan pada kenyataaan *halah* bahwa mau ga mau aku kudu masuk ke toko oleh-oleh lagi, karena Mami mau cari minyak kayu putih. Makassar kan terkenal minyak kayu putihnya (walau aku lebih suka minyak dari Pulau Buru). Sopir kita yang juga diberi pangkat tour guide, membawa kita ke Toko Keradjinanan di Jalan Somba Opu 34, Bulo Gading, Ujung Pandang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90174 untuk belanja (photo taken from here).

dsc_4337

Btw baru saja aku Googling untuk mendapatkan alamat lengkap toko oleh-oleh ini dan wow? Banyak sekali orang yang merekomendasikan Toko Keradjinanan, rek! Wah, Daeng Hermansyah, rekomendasimu memang jempolan!

OK, OK, balik ke Toko Keradjinanan! Aku yang awalnya sudah takut masuk ke toko oleh-oleh, sampe balik 2x ke tempat ini. Alasan aslinya: karena pas kunjungan pertama aku ga foto apapun (lha trus apanya yang mau dimasukin blog?). Selain itu, aku juga merasa perlu nambah beberapa oleh-oleh ekstra untuk mereka-mereka yang ‘terlupakan’.

Dan aah, toko ini memang menyenangkan! Monggo lihat sendiri:

img_7051-copyimg_7050-copy img_7049-copy img_7052-copy

Tokonya memang tampak tua tapi bersih dan rapi (rapi banget bahkan; apalagi kalau pagi – siang). Dan semua yang aku lihat di Toraja & Bantimurung, ada semua disini dan HARGANYA LEBIH MURAH. Nah, poin iniloh yang perlu digaris-bawahi. Tanpa bermaksud membuat rejeki para pemilik toko oleh-oleh di Toraja dan kios-kios di Bantimurung kehilangan rejeki, tapi aku pribadi lebih prefer belanja di Toko Keradjinan ini daripada kudu pake tawar-menawar tak kunjung selesai (apalagi pake acara salah harga pula). Sakit hati ganda, namanya.

Sebutlah topi cowboy, tas (juga dompet, tas pesta, kipas) motif etnik, tas tambahan buat bagasi yang membengkak karena kena hasut setan belanja (harganya jauh lebih murah ketimbang ntar kalian beli di airport!), kain aneka motif (mulai gaya Toraja’an, songket, tenun, dll: komplet aneka warna & varian kualitas!), termasuk gantungan kunci persis plek dengan yang di pasar2 Tana Toraja + Bantimurung, miniatur rumah adat Toraja, ukiran, dll ada!!! Sebelnya lagi, harganya bagus (minimal sama dengan yang aku dapatkan di Ke’ Te’ Kesu tapi tanpa proses tawar menawar, merayu dan memelas yang menyita energi itu):

img_7053-copyimg_7054-copyimg_7057-copy

Bahkan oleh-oleh berupa makanan model/ jenis apapun, ada:

img_7055-copy img_7056-copy

Mulai makanan khas Makassar, Bugis, Toraja, komplet. Demikian pula sirup markisa, kopi bubuk, teh lokal aneka merk dan size.

Kupu-kupu Bantimurung, juga ada:

img_7059-copy

Dan jangan lupa intip aneka minyak gosoknya (sayang, minyak kayu putih dengan kualitas yang Mami mau lagi habis). Makassar tuh juga terkenal dengan minyak kayu putih dan minyak tawonnya loh.

Toko ini buka setiap hari, dari jam 10am – 10pm. Pemiliknya, Ibu-Ibu (kakak beradik?) yang sampun sepuh namun bersedia dimintai pendapat untuk memilih kain dan memberi penjelasan ini itu mengenai cara pakai/ bagusnya dipakai untuk baju model gimana hehe. Ramah tapi engga sok kenal sok dekat; nyaman jadinya.

Share

Post to Twitter