Yung Ho (Surabaya); Versi Tempat Baru di Manyar

OK, yang di timur, Yung Ho pindahan tuh ke tempat baru (errr, udah beberapa bulan yang lalu sih.. haha!). Dan akhirnya, aku datangi tempat barunya yang di Jalan Manyar Kertoarjo, Surabaya ituh..

img_6263-copy

Dari luar saja, sudah nampak kalau nih tempat lebih ‘manusiawi’ daripada tempatnya yang lama. Minimal, karena bangunannya bangunan baru dan lebih lapang. 

Bagian dalamnya pun jadi lebih cantik walau tidak pakai banyak dekorasi:

food2016-87 food2016-152 img_6260-copy

Aku suka dengan cahayanya yang cukup terang, juga jarak antar meja yang nyaman. As you know, aku kurang suka dengan jarak meja yang terlalu dekat (seperti Confit misalnya) karena bikin merasa tidak punya privacy/ terganggu dengan aktifitas tetangga.

Makanan? Masih sama seperti yang dulu:

img_6257-copyimg_6246-copy img_6243-copy img_6244-copy img_6245-copy img_6246-copy img_6248-copy img_6249-copy

Tinggal tunjuk dan pastikan saja, mau porsi besar/ kecil untuk setiap makanan yang kita pilih (karena ada beberapa porsi yang punya opsi: besar/ kecil):

img_6247-copy

Kali ini aku hanya pesan 4 menu kecil, tanpa bubur karena emang udah kurangi carbs. Perkenalkan, Ca Buncis:

img_6253-copy

Buncisnya hijau royo-royo, engga loyo, kriuk-kriuk dan ada sedikit rasa pedas dari bumbu. Nih menu, juga rada berminyak, jadi biasanya aku pindahkan ke piring lain/ taruh diatas tissue dulu hahaha (aslinya aku emang nyebelin kalo makan).

Kacang Teri ini, aku jadikan teman makan Ca Buncis:

img_6252-copy

Aku doyan nih menu. Mau dimakan dengan sayur kek, bubur kek, bahkan nasi, enak. Biasanya aku beli 1-2 porsi untuk dibawa pulang dan dimakan bareng pecel, penyetan (haha, cobain aja!), bahkan ayam kecap masakan Mami, dll.  Kacangnya tidak melempem, terinya banyak dan tidak asin. Rasa makanan ini ada sedikit pedas dan manisnya, trus kacangnya kres-kres ketika dikunyah. Cocok wes.

Trus, Cakwee Udang Mayonais:

img_6254-copy

Katanya, ada udangnya tuh tapi aku kok ga nemu/ rasa ya.. haha! Yang mendominasi adalah rasa mayo (yang sepertinya sudah dicampur dengan susu kental manis). Tekstur cakwenya sendiri loyo tidak kriuk-kriuk. Btw, aku pernah beli cakwee-nya si Yung Ho untuk dimakan keesokan hari. Tanpa aku masukkan kulkas & digoreng ulang, nih.. cakwenya sudah keras dan maha kering haha! Gigi bisa dibikin mrotol, pokoknya. Jadi, kalo pengen cakwee, beli yang digerobak merah diseberang KFC Manyar aja.

Dan ini Kaki Ayam:

img_6255-copy

Sukaan nyokap; ga aku sentuh wkwkwk.

Minum? Ah, seperti biasa.. hanya Teh Labu Panas dan tawar. Makanan di Yung Ho cenderung manis, jadi minum yang tawar saja agar lidah engga mati rasa.

Btw sekalian aku upload foto lawas ya (karena review Yung Ho ditempat lawas baru saja aku delete):

p1290959-copyp1290953-copy p1290956-copy

Kalo bubur, aku kurang cocok dengan Yung Ho cabang timur ini (entah apakah ada perbaikan/ tidak). Sering kali buburnya terasa hambar, bahkan masih berupa nasi. Tapi untuk beberapa macam lauknya sih aku masih OK.

Share

Post to Twitter