Ayam Goreng Asli Pemuda (Suraba7a); Uenak, Muahal, tapi Luaris! Haiya..

*deepbreath* 

KFC tuh punya saingan berat di Surabaya walau wujud ayam goreng-nya beda jauh:

Ada yang berhasil mengenali ga, kalau ini Ayam Goreng Asli Pemuda?

Dan ini, harganya per Desember 2016:

Pada postingan di FB aku tulis “Pemuda aja mahalnya kaya’ gini, gimana kalo yang dijual ayam pemudi?” haha! Btw, beneran deh harga ayam ini mahal karena makin lama sizenya mengecil tapi harganya naik haha (siapa bilang harga dan size makanan berbanding lurus?). Desember 2016 saja, sepotong ayamnya 20ribu (padahal seekor ayam goreng utuh lengkap dengan jerohan dan kepala cuma sekitar 45ribu di Malang/ 50an ribu di Surabaya).

Jadi, jangan kaget kalo ada orang makan ayam ber-6 habisnya 1 jutaan (lha 1 pria dewasa bisa makan 4-8 potong loh!), apalagi kalo nambah Udang/ Cumi-Cumi.

Mau Kepala? Rempela? Hati? Beli lagi, lah! Wkwkwk.. yang gratis ditempat ini cuma mentimun, jeruk nipisdan kecapnya (yang sudah termasuk sambal + irisan bawang merah), haha!

Btw, ngeh juga gak kalo Nasi Putih-nya pun berkurang jumlah bulirnya (eeeh!), mentimunnya mengecil, jeruk nipisnya pun makin ramping potongannya. Tapi karena dibolehkan nambah timun jeruk nipis, ya sudahlah haha.

Trus, yang ini:

Haha, volume (halah) kecapnya sih engga berkurang tapi sambal dan bawang merahnya makin sedikit aja tuh. Untung, aku kalau datang ke Ayam Goreng Asli Pemuda, langsung ditangani dengan waiter langganan yang langsung bawain bawang merah tambahan hahaha *i lop yu, Pak!* (btw aku perhatikan dia datang ke meja sebelah untuk tanya orderan tapi sudah bawa extra mentimun dan jeruk nipis, rupanya meja tetangga juga langganan Ayam Goreng Asli Pemuda dan si Bapak ingat kesukaan kita masing-masing euy, keren!).

Dan walau nih ayam makin mahal, segalanya makin mini, tapi toh Ayam Goreng Asli Pemuda ini pancen oye!

Untung ayam goreng selain KFC, ya baru ini yang secara konsisten berpuluh-puluh tahun menyajikan ayam goreng weeenak. Empuk, gurihnya pas, enak buat digado (bahkan tanpa kecapnya sekali pun), enak juga dimakan dengan nasi. Jadi, ya sudahlah. Walau mahal, kayanya engga bisa pindah hati dan bakal tetap langganan haha!

Selain ayam, biasanya aku pesan Cumi-Cumi juga:

Nih cumi-cumi engga sama dengan kebanyakan cumi-cumi di resto seafood lainnya. Puluhan tahun, cumi-cumi yang nasibnya berujung di dapur Ayam Goreng Asli Pemuda cuma digoreng, kemudian diberi saus dengan banyak bawang putih & bawang merah, lengkap dengan daun bawangnya itu (yang semuanya bisa dimakan). Gurih! Cuminya empuk sekali dan kecoklatan. Kompak dengan ayamnya, makin lama cumi-cuminya pun makin mengecil haha! Kalau dulu2 kita dapat cumi-cumi

Share

Post to Twitter