Layar Seafood dan Ikan Bakar (Surabaya); Pembuka Tahun 2017

Apa makanan pembuka tahun 2017 kalian? Kalau aku sih, seafood. Dan kalo sudah bicara soal seafood di Surabaya.. tentu saja Layar Seafood dan Ikan Bakar!

Ada 2 macam saus yang terkenal dari Layar Seafood dan Ikan Bakar, Saus Telur Asin dan Saus Padang. Biar engga rugi, aku pesan keduanya saja! Dan datanglah Udang Saus Telur Asin sebagai makanan pertamaku di 2017 *yay*:

Benernya aku ‘keliru’ pesan. Ada udang yang dijual per porsi, ada ada yang per-ons. Nah, ini pakai yang per-ons sehingga jatuhnya lebih mahal, padahal yang aku request udang beku (karena engga mau request makanan yang hewannya masih hidup). Jatuhnya lumayan mahal tapi dengan size udangnya yang cukup besar, gapapa lah sesekali hedon *eh*.

Ciri khas Layar Seafood dan Ikan Bakar untuk menu Saus Telur Asinnya adalah adanya lettuce dan menurutku sedari dulu, ini brilliant sekali! Lettuce yang segar dan sedikit manis, cocok sekali disandingkan dengan Saus Telur Asin yang cenderung gurih dan berat.

Pilihan seafoodnya untuk saus ini, engga kudu udang (ntar kalian bisa lihat alternatif seafood lain yang bisa dipesan, dibagian bawah postingan ini). Banyak juga yang pesan Kepiting/ Kepiting Soka Saus Telur Asin (aku doyan juga sih).

Trus, siapa sih yang engga kenal menu kepitingnya Layar Seafood dan Ikan Bakar? Awal tahun gini, cocoklah pesan seekor Kepiting Saus Padang yang bener-bener menggoda:

Aku lebih suka kepiting jantan karena dagingnya lebih banyak. Kalo kepiting telur tuh dagingnya biasanya lebih sedikit, lagian juga engga tega sih membunuh “ibu mengandung” (ga bisa bayangin aja rasanya lagi hamil tapi nunggu antrian untuk dibacok <— sorry, tulisan macam ini selalu nampang kalo aku review seafood). Jadi, maaf Mr. Crab, perayaan tahun barumu adalah dengan berada didalam wajan dan kemudian disajikan ke meja makan kita dalam keadaan hangat dan harum:

Kepitingnya berdaging padat, dagingnya manis karena nyawanya masih diatas wajan, sedangkan Saus Padangnya ini bener-bener salah satu yang terbaik di kota ini (ingat ya, ini Saus Padang a’la Surabaya, beda dengan a’la Makassar atau Kalimantan).

Tuh saus jangan dianggurin, coba aja dimakan dengan kerupuk Palembang atau Udang/ Cumi Goreng Tepung, bisa juga untuk teman makan Udang Gandum. Enak loh, haha :p.

Oh ya, akhirnya pesan seporsi Ikan Kudu Kudu Goreng Tepung yang hadir dengan penampilan seperti ini:

Ya, ikan  Ikan Kudu Kudu tuh bentuknya kaya’ kotak persegi panjang *sooo cute*. Di Makassar, ikan ini sudah sangat familiar. Di Surabaya, jarang-jarang aku lihat ada orang yang memesannya (lebih sering lihat orang pesan kerapu/ gurame), bahkan ketika aku post di Instagram, eeh.. banyak yang belum kenal :).

Ikan Kudu-Kudu. Dalam bahasa kerennya Boxfish, sedangkan bahasa ilmiahnya Ostraction sp (note: ostraction adalah nama genus-nya, bukan species). Disebut boxfish karena memang bentuknya kontak, tidak seperti ikan biasa yang relative pipih.

Selain bentuknya yg kotak, kulit ikan ini tidak seperti kulit ikan pada umumnya. Kulit ikan kudu-kudu, tidak bersisik. Meskipun terdiri atas puluhan atau mungkin ratusan bagian-bagian kecil, namun masing masing tersusun rapat, tidak bertumpuk-tumpuk seperti sisik. Masing-masing bagian tersebut berbentuk segi enam (hexagonal) dan sangat keras. Dengan bagian luar yang sangat keras itu, maka kulit jenis (ijinkan saya memakai “jenis” yach.. lebih enak dari pada harus nulis “genus”) ikan ini lebih menyerupai cangkang.

Mengingat bentuk kulit yang seperti itu, saya tidak heran kalau genus ini disebut sebagai ostraction. Ilmu otak-atik otak saya langsung saja membuat akronim: ostraction = osteo + fractionOsteo bertubungan dengan tulang, cangkang, dan sejenisnya, sedangkan fraction berhubungan dengan bagian-bagian kecil. He.. he.. osteo + fraction murni otak-atik saya, tidak ilmiah babar blas!! Jadi jangan dijadikan referensi yach.. (halah… siapa lagi yang mau menjadikan postingan ini sebagai bahan referensi)

Namun dibalik kulit keras mirip cangkang itu, tersimpan kelembutan daging ikan kudu-kudu. Mengingat kulit luarnya yang sudah keras, yakinlah bahwa durinya sangat minim, hanya ada di tengah saja. Dengan demikian, kita dapat menikmati kelembutan dagingnya tanpa rasa khawatir terkena duri (taken from here).

Di Layar Seafood dan Ikan Bakar, si Ikan Kudu Kudu di fillet, dagingnya dipotong kotak-kotak kecil dan digoreng dalam balutan tepung gurih, sedangkan badan ikannya pun ikut dibalut tepung dan digoreng, bahkan ikut disajikan namun fungsinya tak lebih dari sekedar pajangan (karena engga bisa dimakan):

Dagingnya saaaangat lembut, bahkan ikan Dori-pun mendadak kalah pesona (tapi untuk fish and chips si Dory lebih cocok karena masih ada tekstur ‘kenyal’ sedikit <— ga nemu kata-kata yang tepat). Rasa gurih lebih didapat dari tepung berbumbu yang dipakai:

Dan agar lebih maknyus, seporsi Ikan Kudu Kudu Goreng Tepung disajikan bersama saus seperti ini:

Sausnya light saja, ada sedikit asam, manis (tapi engga seperti ko lo kee). Bagus lah, jadi saus ini tidak mendominasi rasa sehingga rasa daging ikannya masih bisa dirasakan.

Kalau pengen yang lebih nendang (kali aja punya impian jadi pemain sepak bola), ambil aja sambal gratisan yang telah disediakan:

Untuk menunya, kalian bisa click sini atau lihat fotoku (kalau click website mereka: engga ada daftar harganya):

Layar Seafood dan Ikan Bakar berada di:
  • Jalan Manyar Kertoarjo 62-64, Surabaya 
    Daily serving hours : 11.00 am – 22.00 pm 
    Telp : 031 – 594 7666 / 031 – 594 6653
    Email : info@layarseafood.com
  • Jalan Abdul Wahab Siamin 108, Surabaya
    Daily serving hours : 11.00 am – 22.00 pm 
    Telp : 031 – 568 3716 / 031 – 568 7389
    Email : info@layarseafood.com
  • Jalan Pesanggrahan Raya 80, Jakarta Barat 
    Daily serving hours : 11.00 am – 22.00 pm
    Telp : 021 – 589 07223 / 021 – 589 07224
    Email : info@layarseafood.com
Share

Post to Twitter