Ayam Bakar Bu Mamik (Blitar, Tulungagung, Malang); The Best Gurame Bakar!

Aku, duuuulu sekali, jaman masih belom serius ngeblog seperti ini, sudah pernah ke tempat ini., di Tulungagung Hm, kalo ga salah, sekitar 7 tahunan lalu deh. Kemudian, lupa *nyengir kuda*, haha, soalnya kalo ke Tulungagung heboh dengan makanan-makanan nostalgia yang dulu kita nikmati bersama Opa dan Oma *ooh, I miss them both*, seperti: Sop Jono, sate ayam Pak Siboen, es kelapa muda Pak Kusno, tahu lontong, nasi kuning, depot Thoyota, pecel Bu Semi, rujak cingur, atau ayam lodho Pak Yusuf (wew, banyak juga ya! Haha).

Sedangkan, si Ayam Bakar Bu Mamik ini termasuk tempat makan baru. Dan aku sering kalah voting, saat orang tua kita-kita pada mudik. Mereka pada sibuk berburu makanan bernostlagia sih, hehe.

Tapi hari Rabu kemarin, rasanya kita kembali berjodoh. Setelah kelaparan setengah mati karena belum makan siang hingga jam 4 sore, sedangkan tempat-tempat makan diatas sudah pada tutup (rata2 tutup jam 2pm, kecuali si Pak Yusuf, Pak Kusno dan tahu lontong), akhirnya aku teringat tempat ini:

Waktu tiba disana, agak ‘patah hati’ sih, soalnya kita datang diluar jam makan pada umumnya. Sepi. Udah gitu, mendung pula. Dan lampu belum dinyalakan. Jadi, rasanya seperti masuk kesebuah rumah makan berhantu yang sepi dan gelap, apalagi bangunannya jelas-jelas bangunan kuno, sisa-sisa jaman kolonial yang masih kokoh. Juga ga jelas, rumah makan itu buka atau tidak. Tapi aku yang biasanya garang *halah!!!*, lemas kelaparan. Daripada masih kudu pergi ketempat lainnya, lebih baik duduk pasrah dan memesan makanan.

Karena aku sudah ngidam ikan bakar, aku pesan gurame bakar madu:

Oh my God, wow, wow, wow!! Dari tempat yang tadinya aku remehkan, ternyata aku ‘mendapatkan’ ikan gurame bakar TERENAK dalam hidupku! Asli, enak. Bukan karena aku kelaparan atau melebih-lebihkan.

Ikannya tidak bau tanah, begitu light dan manis gurihnya passs sekali! Besar ikannya pas. Disajikan bersama dengan nasi panas, sayuran dan secobek kecil sambal uleg yang membuat segalanya makin mantab. Aduhaiii!

Mamiku, memesan ayam bakar yang juga tidak kalah nikmat dari si ikan:

Jika beli sepotong, sayurnya disajikan bersama dengan piring saji si ayam. Kalo beli seekor, lalapannya disajikan di piring lain. Mantab!

Makanan lainnya pun tidak kalah menggoda:

Untuk minumnya? Kita sengaja pilih yang manis, aku bahkan memilih yang panas: teh jahe (yang tidak tertulis di menu) karena butuh tenaga dan kehangatan *gubrag*, wekekekk..

Tehku not bad. Jahenya pas, tidak membuat pahit, tehnya juga tidak terlalu kental. Nikmat sekali diminum saat perutku sudah mulai berontak. Sedangkan dawetnya, biasa-biasa saja..

Dan sesaat sebelum makan, lampu dinyalakan, aku lihat-lihat sekeliling. Hei, mayoritas meja kok langsung penuh terisi *wow*, tempat yang tadinya sunyi senyap tiba-tiba menjadi ramai. Selain itu, tempat ini aslinya menarik, loh! Lihat saja:

Untuk aku yang suka dengan bangunan lawas, arsitektur kuno, makanan enak, tempat ini bener-bener sempurna! Alamatnya di:

  • Jalan Veteran 103, Blitar
  • Jalan Jaksa Agung Suprapto 33, Tulungagung
  • Jalan Raya Tidar 27, Malang

Share

Post to Twitter